Pengembara yang masih tertatih berjalan di bawah bayang fatamorgana

Mantari Bungsu ©

About

Blog ini merupakan catatan pribadi dan kutipan serta tulisan dari berbagai sumber yang penulis rasa layak untuk di publish dan semoga dapat menjadi salah satu bahan referensi dan bacaan yang sifatnya untuk konsumsi personal dan atau lembaga.
Berbagai tulisan terkait pendidikan, agama dan budaya menjadi fokus kami dalam menyajikan tulisan dihadapan netizer.
Berbagai kritikan dan saran serta pandangan dan apresiasi kami harapkan dari netizer yang sempat singgah di blog ini.
Terimakasih.

Resume

Employment

Abdi Negara

Education

IKIP Padang

Portfolio

Ramadhan

Inilah, 9 KEISTIMEWAAN BAGI ORANG-ORANG YANG SELALU SHALAT TEPAT WAKTU yang merupakan judul nasihat agama yang ditulis oleh ust. Yusuf Mansur. Isi ceramah ini merupakan salah satu dakwah yang beliau (YM) kumpulkan di jejaring sosial, Facebook. Lebih tepatnya di Wisata Hati Ustadz Yusuf Mansur.

Inilah isi catatan agama yang dipersembahkan oleh ust. Yusuf Mansur.

Barang siapa yang MENJAGA (Selalu Mengamalkan) Shalat 5 Waktu Tepat waktu nya,Maka ALLAH Subhanahu Wata'ala akan memberi KEISTIMEWAAN pada Orang itu dengan 9 macam KEISTIMEWAAN:
  1. Cinta ALLAH Selalu Tertuju pada nya.
  2. Tubuh nya akan selalu Sehat. 
  3. Malaikat selalu Melindungi nya.
  4. Berkah ALLAH Selalu turun Kepada nya.
  5. Wajah nya akan tampak bagaikan wajah orang-orang yang Shalih.
  6. ALLAH akan Memberi Kelapangan dada.
  7. Akan melewati titian Shiratal Al-Mustaqim seperti Buraq.
  8. ALLAH akan Menyelamatkan dari Siksaan api Neraka.
  9. ALLAH akan Mensejahterakan tempat nya (Kelak di Akhirat) bersama dengan para Wali-wali NYA,Mereka itu tidak pernah Mengeluh atau Berduka Cita Selama-lamanya. .

(Khalifah Utsman Bin Affan)
Radiyallahu'Anhu
 Semoga BERMANFAAT Untuk kita bersama,Dan semoga kita Bisa MENGAMALKANNYA. .
 Aamiin Ya Rabbal'alamiin. .
Wisata Hati Ustadz Yusuf Mansur

Demikianlah, 9 KEISTIMEWAAN BAGI ORANG-ORANG YANG SELALU SHALAT TEPAT WAKTU. Mudah-mudahan semua penyampaian ust. YM di atas bisa dicerna dengan baik dan dilaksanakan sesuai dengan ajakan beliau. 

Semoga kita semua tergolong orang-orang yang mudah menerima nasihat agama dari siapa saja, termasuk dari ust Yusuf Mansur. (Sumber asli) 
Read more Posted Under: , ,


Kultum ramadhan kali ini kita akan membahas masalah tasyfiatun nufus (penyucian jiwa), dimana menjadi sangat penting untuk pribadi-pribadi muslim saat ini. Sehingga kewajiban untuk para da’i menyampaikannya kepada kaum muslimin, apalagi di momen yang tepat di bulan Ramadhan yang Mulia ini. Berikut ini sajiannya:
Ilustrasi: 

Assalamu alaikum wa rahmatullah wa barakaatuh,
إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن، أَمَّا بَعْدُ
Kaum muslimin yang berbahagia
Syukur Alhamdulillah kita haturkan ke hadhirat Allah, Sang Pemberi petunjuk, Yang menguasai dan mengendalikan seluruh hati manusia. Puji syukur kita haturkan pula kepada Allah, karena dengan rahmat dan hidayahnya, kita bisa merasakan nikmatnya ibadah dan ketaatan kepada-Nya.
Hadhirin yang kami hormati,
Seperti yang kita sadari bersama, umumnya manusia sangat sulit untuk melakukan ibadah kepada Allah. Umumnya manusia sangat malas untuk diajak melakukan ketaatan kepada Sang Pencipta. Mengapa?
Kita semua akan memiliki jawaban yang sama, karena manusia dibekali dengan hawa nafsu. Hanya saja, manusia berbeda-beda. Ada yang hawa nafsunya lebih menguasi dirinya, sehingga dia bergelimang dengan maksiat, namun dia tidak merasa bersalah. Ada yang hati nuraninya lebih mendominasi, sehingga dia menjadi hamba yang taat.
Kaum muslimin yang dimuliakan Allah,
Jika kita perhatikan, sejatinya iman, islam, dan ketaatan kepada Allah adalah sebuah kenikmatan. Terdapat banyak dalil yang menunjukkan bahwa ibadah bisa dirasakan kenikmatannya, diantaranya firman Allah ketika menceritakan salah satu kenikmatan yang Allah berikan kepada para sahabat,
وَاعْلَمُوا أَنَّ فِيكُمْ رَسُولَ اللَّهِ لَوْ يُطِيعُكُمْ فِي كَثِيرٍ مِنَ الْأَمْرِ لَعَنِتُّمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الْإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ أُولَئِكَ هُمُ الرَّاشِدُونَ
Ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah. kalau ia menuruti kemauan kalian dalam beberapa urusan benar-benarlah kalian mendapat kesusahan, tetapi Allah menjadikan kalian ‘cinta’ kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hati kalian… (QS. Al-Hujurat: 7).
Atas petunjuk Allah ta’ala, Allah jadikan para sahabat manusia yang bisa menikmati lezatnya iman, bahkan Allah jadikan iman itu sesuatu yang indah pada hati para sahabat. Sehingga kecintaan mereka kepada kebaikan, mengalahkan segalanya.
Kemudian dalam hadis dari Abbas bin Abdul Mutahalib radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ذَاقَ طَعْمَ الْإِيمَانِ مَنْ رَضِيَ بِاللهِ رَبًّا، وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا، وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولًا
“Akan merasakan nikmatnya iman, orang yang ridha Allah sebagai Rabnya, islam sebagai agamanya, dan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagai rasulnya.”(HR. Muslim, Turmudzi dan yang lainnya).
Dalam hadis di atas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut tiga kriteria:
  • Orang yang mentauhidkan Allah dengan sepenuhnya, sebagai bukti dia ridha Allah sebagai Rabnya,
  • kemudian dia menjadikan syariat islam sebagai aturan hidupnya, sebagai bukti dia ridha bahwa islam sebagai agamanya
  • dan dia mengikuti petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hidupnya
orang yang memiliki 3 kriteria ini akan merasakan lezatnya.
Dalam hadis lain, yang mungkin hadis ini sering kita dengar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ الإِيمَانِ: أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ المَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ
“Tiga hal, siapa yang memilikinya maka dia akan merasakan lezatnya iman: Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai dari pada selainnya, dia mencintai seseorang hanya karena Allah, dan dia sangat benci untuk kembali kepada kekufuran, sebagaimana dia benci untuk dilempar ke neraka.” (HR. Bukhari, Muslim dan yang lainnya).
Semua dalil di atas menunjukkan betapa iman, islam, dan segala turunannya, merupakan kenikmatan dan bisa dirasakan lezatnya.
Hadhirin, jamaah yang kami hormati,
Yang menjadi tanda tanya kita, mengapa banyak orang justru merasa berat atau bahkan merasa tersiksa ketika melakukan ketaatan? Bisa jadi, bahkan termasuk kita, seringkali masih menganggap ketaatan itu sesuatu yang sulit bagi kita. Lalu dimanakah nikmatnya iman itu?
Jamaah yang berbahagia,
Sejatinya kasus semacam ini juga dialami oleh fisik manusia. Seperti yang kita pahami, hampir semua orang yang mengalami sakit, dia akan susah makan, dan semua terasa pahit. Selezat apapun jenis makanan yang diberikan, orang sakit akan merasakannya sebagai sesuatu yang pahit. Soto pahit, sate pahit, bahkan sitipun pahit rasanya. Kenapa? Karena dia sedang sakit.
Seperti itu pula, orang yang sedang sakit hati dan mentalnya. Selezat apapun nutrisi yang diberikan, dia akan merasakan pahit dan berusaha menolaknya. Dengan ini kita bisa menemukan jawaban, mengapa banyak orang tidak merasakan nikmatnya iman? Karena kebanyakan manusia, hati dan jiwanya sedang sakit.
Jamaah yang berbahagia,
Untuk bisa mengembalikan pada kondisi normal, tentu kita harus berusaha mengobati penyakit itu. Karena jika sakit ini dibiarkan, selamanya kita tidak bisa merasakan nikmatnya nutrisi dan makanan. Hati sakit yang dibiarkan, selamanya akan sulit untuk menikmati lezatnya iman.
Lalu bagaimana cara mengobati hati?
Imam Ibnul Qoyim, dalam karyanya Ighatsatul Lahafan (1/16 – 17) menjelaskan bahwa ada 3 teori pokok untuk mengobati sesuatu yang sakit. Teori ini juga digunakan dalam ilmu medis.
Dalam dunia medis, ketika seorang dokter hendak mengobati pasien, dia akan memberlakukan 3 hal:
Pertama, [حِفْظُ القُوَّة] menjaga kekuatan. Ketika mengobati pasien, dokter akan menyarankan agar pasien banyak makan yang bergizi, banyak istirahat, tenangkan pikiran, tidak lupa, sang dokter juga memberikan multivitamin. Semua ini dilakukan dalam rangka menjaga kekuatan fisik pasien.
Ibnul Qoyim menjelaskan, orang yang sakit hati, salah satu upaya yang harus dia lakukan adalah menjaga kekuatan mentalnya, dengan ilmu yang bermanfaat dan melakukan berbagai ketaatan. Hatinya harus dipaksa untuk mendengarkan nasehat dan ilmu yang bersumber dari Al-Quran dan sunah, serta fisiknya dipaksa untuk melakukan ibadah dan ketaatan. Karena ilmu dan amal, merupakan nutrisi bagi hati manusia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadis riwayat Bukhari, memisalkan ilmu sebagaimana hujan dan hati manusia sebagaimana tanah. Karena hati senantiasa butuh nutrisi berupa ilmu.
Kedua, [الحِمَايَة عَنِ الـمُؤْذِى] melindungi pasien dari munculnya penyakit yang baru atau sesuatu yang bisa memparah sakitnya.
Dalam mengobati pasien, tahapan lain yang dilakukan dokter adalah menyarankan pasien untuk menghindari berbagai pantangan sesuai jenis penyakit yang diderita pasien.
Hal yang sama juga berlaku untuk penyakit hati. Seperti yang dijelaskan Ibnul Qoyim, orang yang sakit harus menghindari segala yang bisa memperparah panyakit dalam hatinya, yaitu dengan menjauhi semua perbuatan dosa dan maksiat. Dia hindarkan dirinya dari segala bentuk penyimpangan. Karena dosa dan maksiat adalah sumber penyakit bagi hati. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menggambarkan bagaimana bahaya dosa bagi hati manusia,
إِنَّ العَبْدَ إِذَا أَخْطَأَ خَطِيئَةً نُكِتَتْ فِي قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ، فَإِذَا هُوَ نَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ وَتَابَ سُقِلَ قَلْبُهُ، وَإِنْ عَادَ زِيدَ فِيهَا حَتَّى تَعْلُوَ قَلْبَهُ، وَهُوَ الرَّانُ الَّذِي ذَكَرَ اللَّهُ» {كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ}
Sesungguhnya seorang hamba, apabila melakukan perbuatan maksiat maka akan dititikkan dalam hatinya satu titik hitam. Jika dia meninggalkan maksiat itu, memohon ampun dan bertaubat, hatinya akan dibersihakn. Namun jika dia kembali maksiat, akan ditambahkan titik hitam tersebut hingga menutupi hatinya. Itulah yang diistilahkan “ar-raan” yang Allah sebutkan dalam firman-Nya, (yang artinya), ‘Sekali-kali tidak demikian, sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.’ (HR. Turmudzi, Ibnu Majah dan sanadnya dinilai kuat oleh Syuaib Al-Arnauth).
Ketiga, [اِسْتِفْرَاغُ الـمَوَاد الفَاسِدَة] menghilangkan penyakit yang ada dalam dirinya
Tahapan terakhir, setelah dokter memastikan jenis penyakit yang diderita pasien, dokter akan memberikan obat untuk menyerang penyakit itu. Dokter akan memberinkan antibiotik dengan dosis yang sesuai, atau obat lainnya yang sesuai dengan penyakit pasien.
Di bagian akhir keterangannya untuk pembahasan ini, Ibnul Qoyim menjelaskan bahwa cara untuk menghilangkan penyakit yang merusak hati adalah dengan banyak bertaubat, beristighfar, memohon ampunan kepada Allah. Jika kesalahan itu harus ditutupi dengan membayar kaffarah maka dia siap membayarnya. Jika terkait dengan hak orang lain, diapun siap dengan meminta maaf kepadanya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menggambarkan,
التَّائِبُ مِنَ الذَّنْبِ، كَمَنْ لَا ذَنْبَ لَهُ
Orang yang bertaubat dari satu perbuatan dosa, seperti orang yang tidak melakukan dosa itu. (HR. Ibn Majah).
Karena dengan taubat, berarti dia menghilangkan penyakit hati berupa dosa dalam dirinya.
Jamaah yang kami hormati,
Obat yang diberika seorang dokter akan berbeda-beda sesuai dengan jenis dan tingkat penyakit yang diderita pasien.
Dokter akan memberikan penanganan lebih, ketika sakit yang diderita pasien cukup parah, bahkan sampai harus rawat inap di ICU atau bahkan CCU. Dengan rentang waktu berbeda-beda, atau bahkan pemberian obat tanpa batas waktu. Termasuk treatment operasi dan ampuntasi.
Sama halnya dengan mereka yang sakit hatinya. Jika penyakit yang diderita sangat parah, karena pelanggaran yang dilakukan adalah dosa besar, syariat memberikan treatment sampai pada taraf hukuman had, seperti cambuk, potong tangan, pengasingan, qishas, denda, hingga rajam.
Sebagaimana anda tidak dibenarkan untuk menuduh dokter kejam karena melakukan bedah operasi atau amputasi. Anda juga sangat tidak dibenarkan mengatakan islam kejam karena memberikan hukuman kematian.
Allahu a’lam.
Semoga Allah melindungi kita dari segala penyakit hati yang berbahaya, dan menjadikan hati kita, hati yang sehat, yang bisa merasakan lezatnya iman, islam, dan amal soleh.
Amiin..
وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
Ditulis oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina)
Read more Posted Under: ,
Petugas Observasi HIlal sedang mengamati Hilal di Pantai Kapuk - Lhoknga

-Rukyatul Hilal yang dilakukan tim observasi hilal Kementerian Agama (Kemenag) Aceh, berhasil melihat penampakan hilal atau bulan sabit yang muncul bersamaan dengan terbenamnya Matahari.

Rukyatul hilal yang dilakukan dengan menggunakan teleskop (teropong) manual dan teleskop (teropng) komputer, Sabtu, 28/6 sekitar pukul 17.25 WIB hingga menjelang pelaksanaan shalat magrib, di Balai Observasi Hilal Kemenag Aceh, tepatnya di pantai Pulau Kapuk, Lhok Nga, Aceh Besar.

Ustaz Syukra Wardi, dari Balai Observasi Hilal Kemenag Aceh, mengatakan, setelah mencoba untuk melihat penampakan hilal menggunakan alat teleskop (teropong) manual dan teleskop (teropng) komputer, al hasil terlihat dengan jelas.

"Awalnya penampakan bulan berada di 10 derajat calcius, lalu menjelang terbenamnya matahari bulan terlihat kecil atau sekitar 4 empat derajat calcius," ujar Ustaz Syukra Wardi, di dampingi Al Firdaus, tim Observasi Hilal dari Kemenag Aceh. 

Dengan demikian, kata dia, awal ramadhan sudah dapat di pastikan berlangsung pada Minggu, 29/6.Pemerintah telah menetapkan awal Ramadhan 1435 Hijriah jatuh pada Ahad, 29 Juni 2014 dan keputusan itu diambil setelah seluruh organisasi kemasyarakatan Islam mengikuti sidang itsbat di gedung Kementerian Agama Jakarta, Jumat petang.

Sidang penentuan awal Ramadhan ini mendapat perhatian kalangan media massa karena sejak awal sudah ada perbedaan dengan Ormas Muhammadiyah yang menetapkan puasa jatuh pada 28 Juni 2014. 

Atas perbedaan ini, Menag Lukman Hakim Saifuddin menyatakan pemerintah memberi kebebasan bagi umat Islam yang menjalani puasa lebih cepat dari ketetapan hasil sidang itsbat.

"Pemerintah menetapkan awal Ramadhan pada 29 Juni 2014, Ahad (Minggu)," kata Lukman Hakim di depan sejumlah media massa yang memenuhi lobi kantor kementerian tersebut. 

Pemerintah memberi kebebasan atas perbedaan tersebut karena menurut dia, hal tersebut menyangkut wilayah keyakinan. Pemerintah telah berupaya memberi arahan kapan seharusnya puasa tersebut dapat dilaksanakan oleh umat Islam dengan baik.

Sidang istbat, lanjut Lukman, diawali dengan sarasehan dengan mengetengahkan topik bagaimana menentukan titik temu untuk menetapkan awal Ramadhan. 

Ia menjelaskan pula, sebelumnya pihak Kemenag juga menempatkan petugas di 63 titik petugas pemantau hilal. Namun tak satu pun petugas dari seluruh Indonesia itu melihat hilal dalam posisi satu derajat. Dari hasil itu, bulan Syaban diistikmalkan menjadi 30 hari. 

Read more Posted Under: ,
Sore ini, Sabtu tanggal 29 Juni 2014, saya beserta 2 teman lainnya menuju ke Panatai Lhoknga, Aceh Besar - Aceh dengan tujuan  melihat Hilal menjelang magrib. Di pinggir pantai Kapuk itu, telah berdiri sebuah Pusat Observasi Hilal yang dibangun dan kelola oleh Kementerian Agama Aceh. Lokasi ini tepatnya berada pada bujur 950 14' 32" Bujur Timur dengan Lintang 050 28' 00".


Petugas sedang mencari posisi Hilal

Setelah menunggu beberapa lama, bersama petugas disana, akhirnya  mulai pukul 19.20, kami dapat melihat hilal melalui teropong yang memang sudah disiapkan oleh petugas setempat.
Hilal terlihat terbalik di teropong

Read more Posted Under: ,
Dua minggu lagi Ramadhan menjelang, insya Allah kita bisa bertemu dengan Ramadhan Tahun ini........


Segala puji bagi Allah Swt. yang telah menciptakan bulan Ramadhan sebagai penghulu dari segala bulan serta melipatgandakan amalan baik manusia di dalamnya. Shalawat beserta salam senantiasa tercurah kepada junjunan kita nabi besar Muhammad Saw. yang telah menerima Alquran sebagai petunjuk, nasehat, rahmat, serta penyembuh bagi seluruh umat manusia.
Umat muslim patut bergembira dengan hadirnya bulan Ramadhan sebab bulan tersebut merupakan bulan ampunan, bulan yang penuh dengan keberkahan, bulanAlquran, bulan kasih sayang, bulan kesabaran, bulan taubat, serta bulan pembebasan dari api neraka. Juga bulan Ramadhan merupakan bulan yang ditunggu-tunggu kehadirannya oleh seluruh umat Muslim. 

Rasulullah Saw. pernah bersabda (berdoa) seputar bulan Ramadhan, "Yaa Allah ... Berkahilah kami pada bulan Rajab dan Syaban serta sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan". Perhatikanlah penyampaian Rasulullah Saw. berikut tentang kedatangan bulan Ramadhan di hadapan para sahabatnya.
"Ketika datang malam pertama di bulan Ramadhan, seluruh setan dibelenggu sertaseluruh jin diikat. Semua pintu-pintu neraka di tutup (dikunci), takada satupun pintu neraka yang terbuka. Kemudian setiap malam datang seorang penyeru, "Wahai orang-orang yang mencari kebaikan kemarilah! Wahai orang-orang yang mencari keburukan menyingkirlah! Hanya Allah lah yang bisa menyelamatkan dari api neraka." (HR At-Tirmidzi).

Pada riwayat lain, Rasulullah Saw. bersabda, “Sudah hadir kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan di dalam bulan Ramadhan untuk berpuasa. Pada bulan Ramadhan Allah membuka pintu langit, menutup pintu neraka, dan membelenggu semua setan. Di dalam bulan Ramadhan Allah memiliki satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barang siapa yang diharamkan kebaikan malam itu maka ia sungguh telah diharamkan (dari kebaikan).” (HR. Nasa’i dan Baihaki).

Menurut Imam Ibnu Rajab al-Hanbali hadits di atas sebagai sebuah dalil menyambut datangnya bulan Ramadhan yang digunakan setiap muslim untuk memberikan selamat kepada muslim yang lain. Artinya, setiap muslim sangat bergembira dengan diobralnya pahala dari Allah Swt berupa surga yang pintunya dibuka lebar-lebar secara khusus di bulan Ramadhan. 

Bulan Ramadhan dianalogikan sebagai tamu istimewa. Setiap tamu istimewa wajib diperlakukan secara istimewa pula. Tamu istimewa selayaknya disambut dengan sukacita serta memuliakannya. Bayangkan di tempat tinggal kita kedatangan presiden. Presiden adalah pejabat tertinggi pada sebuah negara yang wajib disambut dengan penuh rasa hormat. Dan menyiapkan segala sesuatunya dengan sebaik mungkin. Apalagi dengan menyambut Ramadhan.

Ramadhan lebih dari seorang presiden atau pejabat tinggi lainnya, sebab Ramadhan merupakan anugerah dari Allah Swt. yang nilainya sangat luar biasa. Ramadhan adalah waktu yang bisa dijadikan sebagai kesempatan bagi muslim untuk menyiapkan masa depan baik dunia dan akhirat secara sekaligus. Untuk itu agar muslim bisa meraihnya diperlukan persiapan yang paripurna. Dengan demikian, target untuk mendapatkan gelar takwa serta mendapat janji Allah Swt. berupa terbebas dari siksa api neraka bisa diraih.

Untuk menyiapkan segala kebutuhan dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan, perhatikan beberapa hal berikut ini.
Niat dengan penuh kesungguhan - Ketika bulan Ramadhan datang, pada umumnya masyarakat berbondong-bondong ke pasar atau supermarket untuk  persiapan menjalankan ibadah puasa. Masyarakat biasanya merencanakan anggaran belanja secara khusus sepanjang bulan Ramadhan. Yang seringkali dilupakan oleh umat islam yang menjalankan ibadah puasa adalah niat atau mempersiapkan hati untuk Ramadhan. Setiap bulan Ramadhan datang bertahun-tahun, Ramadhan pada umumnya hanya sekadar ritual belaka, sedikit sekali yang memberikan pengaruh positif. 
Untuk itu, jadikanlah bulan Ramadhan sebagai ajang untuk menghayati dan meresapi esensinya. Untuk itu, di Ramadhan tahun ini mari kita sama-sama menancapkan niat dengan menjadikannya sebagai bulan untuk memperbaiki amalan serta memetik hasilnya berupa pahala yang sebanyak-banyaknya. 

Anggaplah Ramadhan kali ini sebagai bulan puasa terakhir yang akan dilalui, pasalnya tidak ada seorang muslim pun yang mengetahui serta menjamin akan menjumpai Ramadhan pada tahun yang akan datang. Tanamkan tekad yang kuat serta kemurnian dalam menjalankannya dan senantiasa bisa konsisten dalam berbuat baik (amal shaleh). Sabda Rasulullah Saw.: “Barangsiapa yang puasa Ramadhan karena iman dan ikhlas maka Allah akan mengampuni dosanya yang telah lalu.”

Taubat dengan sungguh-sungguh bertaubat - “Setiap manusia adalah pendosa dan sebaik-baik pendosa adalah yang bertaubat” itulah sabda Rasulullah Saw. dalam riwayat Ahmad dan Ibnu Majah. Ramadhan merupakan momentum yang senantiasa datang setiap tahun. Di saat seorang hamba larut dalam kealfaan berupa harta benda, anak istri, dan perhiasan dunia lain yang membuat seorang hamba lupa kepada tuhannya, karena terbius oleh godaan setan, lalu terjatuh ke dalam lembah maksiat, maka datanglah bulan Ramadhan untuk mengingatkannya dari kelalaiannya, membawa kembali jiwa seorang hamba kepada Rabbnya untuk kembali dengan cara bertaubat dengan sungguh-sungguh bertaubat (taubatannasuha).

Memahami beberapa hal yang berhubungan dengan puasa serta ibadah Ramadhan lainnya - Ilmu yang dimaksud dalam hadits tersebut di bawah ini yaitu ilmu yang berkaitan dengan peribadatan yang Allah wajibkan untuk setiap hamba. 


“Menuntut ilmu wajib setiap muslim” (HR. Ibnu Majah)

Setiap muslim wajib mempelajari ilmu tersebut; karena sah atau tidaknya ibadah yang dilakukannya tergantung dengan pengetahuannya tersebut. Sebagai contoh; seorang yang akan shalat tentunya wajib mengetahui beberapa syarat atau beberapa rukun serta beberapa hal yang berpotensi membatalkan shalat dan lain-lainya. Agar shalatnya sesuai dengan tuntutan agama. 

Begitu pun dengan bulan Ramadhan, di bulan ini Allah mewajibkan kepada setiap muslim yang mampu untuk melaksanakan ibadah puasa. Untuk itu, sudah menjadi kewajiban bagi setiap muslim untuk membekali dirinya dengan beberapa hal yang berhubungan dengan beberapa syarat dan beberapa rukun puasa, beberapa hal yang membatalkan puasa, beberapa hal yang dibenci (makruh) dan dibolehkan dalam puasa, beberapa hal yang membatalkan puasa dan sebagainya agar ibadah puasa yang dilakukan sesuai dengan tuntunan syariah dan perbuatannya tidak sia-sia. 

Selain pengetahuan yang berkaitaan dengan puasa, beberapa pengetahuan lain yang berhubungan dengan Ramadhan juga perlu,  misalnya; beberapa anjuran, beberapa prioritas amal yang harus dilakukan dalam Ramadhan, dan sebagainya, tujuannya agar setiap muslim dapat mengoptimalkan bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya.

Persiapan fisik dan jasmani - Menahan diri dari rasa haus serta lapar sepanjang hari selama sebulan tentunya memerlukan kekuatan fisik maksimal. Ditambah dengan energi yang dibutuhkan untuk melaksanakan ibadah pada malam harinya. Menghidupkan setiap hari di waktu malam pada bulan Ramadhan  berupa shalat tarawih dan shalat sunnah lainnya, ditambah lagi memperbanyak tadarus atau membaca Al-Qur’an serta beri’tikaf selama 10 (sepuluh) hari terakhir bulan Ramadhan tentunya sangat menuntut sekali kondisi tubuh yang prima agar semua bentuk peribadatan dari pagi hingga malam hari di bulan Ramadhan mampu dilakukan secara optimal dan maksimal (BACA: Tips Fitness di Bulan Ramadhan). 


Sebelum bulan Ramadhan, banyak muslim berpuasa sunnah, hal ini dilakukan sebagai salah satu cara melatih diri untuk mempersiapkan dan membiasakan diri menghadapi Ramadhan. Sebab itulah Rasulullah Saw. memberikan teladan kepada umatnya dengan cara memperbanyak puasa sunnah pada bulan Sya’ban. Aisyah pernah berkata: “Aku tidak pernah melihat Rasulullah Saw. berpuasa selama sebulan penuh kecuali pada bulan Ramadhan dan aku tidak pernah melihat beliau berpuasa (sunah) lebih banyak dari bulan Sya’ban.” (Muttafaq Alaih).

Beberapa hal yang harus dipersiapkan guna menyambut datangnya bulan Ramadhan.
Selain puasa wajib Ramadhan, terdapat beberapa amalan yang disunahkan pada bulan yang penuh berkah tersebut, di antaranya: 
Mengkhatamkan Al-Qur’an - Bulan Ramadhan merupakan bulan Alquran. Di bulan inilah Alqur’an pertama kali turun dari lauhil mahfuz ke langit dunia. Allah berfirman: 
Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil) [Al-Baqarah: 185]

Bersyukurlah bagi setiap muslim yang mampu membaca Alquran, sebab masih banyak umat islam - khususnya di Indonesia yang masih buta aksara Alquran - Baca: 65% Muslim Tanah Air Buta Aksara AlquranSebagai bentuk antisipasi para orangtua bisamenanamkan alquran dan alhadits kepada anak-anak sejak dini.

Ibnu Abbas RA berkata; "Nabi Muhammad Saw. merupakan orang yang paling dermawan di antara manusia. Kedermawanannya meningkat saat malaikat Jibril menemuinya setiap malam hingga berakhirnya bulan Ramadhan, lalu Nabi membacakan Alquran dihadapan Jibril. Pada saat itu kedermawanan Nabi melebihi angin yang berhembus."

Hadist tersebut di atas mengisyaratkan kepada setiap muslim supaya bertadarus Alquran, serta berkumpul dalam majlis ta'lim alquran pada bulan Ramadhan. Membaca dan belajar Alquran bisa dilakukan di hadapan orang yang lebih mengerti atau lebih hafal Alquran. Selain itu, setiap muslim dianjurkan pula untuk memperbanyak membaca Alquran di malam harinya.

Hal lain yang juga dipetik hikmahnya berdasarkan hadist di atas, yaitu di saat terjadi proses belajar-mengajar antara Nabi Muhammad saw dan Malaikat Jibril, terjadi pada malam hari. Sebab di waktu malam seseorang tidak terganggu oleh pekerjaan rutin. Pada malam hari, suasananya lebih tenang sehingga hati seseorang juga lebih mudah meresapi dan merenungi amalan dan ibadah yang dilakukannya. 


Shalat tarawih - Rasulullah Saw. bersabda: “Barang siapa yang menghidupkan malam bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” 

Shalat tarawih atau berdiri ibadah di bulan Ramadhan tidak ada batasannya. Sebagian orang meyakini dan faham bahwa shalat tarawih tidak boleh kurang dari 20 rakaat, serta sebagian lain memahami, tidak boleh lebih dari 11 atau 13 rakaat. Ini adalah pendapat keliru yang menyalahi dalil. Beberapa hadits menunjukkan bahwa shalat malam merupakan perkara yang luas, tidak ada batasan yang tidak boleh dilanggar. Terbukti terdapat riwayat yang jelas bahwa nabi Saw. pernah shalat 11 rakaat, terkadang 13 rakaat atau kurang dari itu. Saat ditanya tentang shalat malam beliau bersabda: “Dua rakaat dua rakaat, jika seseorang diantara kalian khawatir masuk waktu subuh hendaklah shalat satu rakaat witir.” 
Memperbanyak doa - Orang yang berpuasa ketika berbuka merupakan salah satu orang yang doanya mustajab. Oleh karena itulah setiap orang harus memperbanyak berdoa di saat sedang berpuasa apalagi di saat berbuka. Dalam melakukan doa utamakan berdoda untuk kebaikan diri kita, keluarga, bangsa, dan saudara-saudara kita sesama muslim di belahan dunia. 
Memberi buka puasa (tafthir shaim) - setiap muslim dianjurkan untuk senantiasa menyisihkan harta dan waktunya memberikan ifthar (berbuka) bagi mereka yang berpuasa walaupun hanya seteguk air ataupun sebutir korma. Rasulullah pernah bersabda, "Barang siapa yang memberi ifthar (untuk berbuka) orang-orang yang berpuasa maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tanpa dikurangi sedikitpun". (Bukhari Muslim) 
Bersedekah - Rasulullah Saw. bersabda: “Sebaik-baik sedekah adalah sedekah pada bulan Ramadhan” (HR. Tirmizi). Baca: Alquran dan Alhadits tentang Keutamaan Sedekah

I’tikaf  - I’tikaf merupakan berdiam diri di masjid guna beribadah kepada Allah. I’tikaf disunahkan bagi laki-laki dan perempuan; pasalnya Rasulullah Saw. selalu beri’tikaf, terutama pada 10 (sepuluh) malam yang akhir serta para istri Beliau pun turut ikut I’tikaf bersamanya. Dan hendaknya orang yang melaksanakan I’tikaf memperbanyak zikir, istigfar, membaca Al-Qur’an, berdoa, shalat sunnah dan lain-lain. Di akhir bulan Ramadhan, Allah mewajibkan kepada setiap muslim untuk mengeluarkan zakat fitrah sebagai penyempurna puasa yang dilakukannya. 

Umroh - Ramadhan merupakan waktu terbaik untuk melaksanakan umrah, sebab umroh pada bulan Ramadhan berpahala seperti pahala haji bahkan pahala haji bersama Rasulullah Saw. Beliau bersabda: “Umroh pada bulan Ramadhan seperti haji bersamaku.” 

Memperbanyak berbuat kebaikan - Bulan Ramadhan merupakan kesempatan emas bagi setiap muslim untuk menambah investasi pahalanya di sisi Allah. Dalam hadits yang diriwayatkan Ibnu Khuzaimah dan Baihaki dikatakan bahwa amalan sunnah pada bulan Ramadhan bernilai yang sama dengan amalan wajib dan amalan wajib senilai 70 amalan wajib di luar Ramadhan. Pergunakan sebaik-baiknya setiap peluang untuk berbuat kebaikan sekecil apapun meskipun hanya ‘sekedar’ tersenyum di depan orang lain. 

Demikianlah, "Materi Ceramah: Menyambut Bulan Ramadhan" yang bisa kami share... Semoga kita tergolong orang-orang yang mampu memanfaatkan bulan Ramadhan sebagai momentum untuk mewujudkan ketakwaan diri kita. Sehingga kita bisa sama-sama masuk ke dalam surga dan terbebas dari neraka. Amin 


Read more Posted Under: , ,

Popular Post

Comments

Videos

Formulir Kontak

♖Your Name :
✎Your Email *required
✉Your Message *required