Pengembara yang masih tertatih berjalan di bawah bayang fatamorgana

Mantari Bungsu ©

About

Blog ini merupakan catatan pribadi dan kutipan serta tulisan dari berbagai sumber yang penulis rasa layak untuk di publish dan semoga dapat menjadi salah satu bahan referensi dan bacaan yang sifatnya untuk konsumsi personal dan atau lembaga.
Berbagai tulisan terkait pendidikan, agama dan budaya menjadi fokus kami dalam menyajikan tulisan dihadapan netizer.
Berbagai kritikan dan saran serta pandangan dan apresiasi kami harapkan dari netizer yang sempat singgah di blog ini.
Terimakasih.

Resume

Employment

Abdi Negara

Education

IKIP Padang

Portfolio

Home

Seputar Fiqh:

1. Fiqh 01

Read more Posted Under:
Subulussalam; Hari Aksara Internasional ke 50 tingkat Provinsi Aceh yang diselenggarakan sejak tanggal 9 hingga 12 November 2015, telah ditutup secara resmi oleh Wakil Walikota Subulussalam Salmiza, Kamis 12 November 2015.
Pada kesempatan itu, Wakil Walikota Subulussalam menyampaikan bahwa perlu dilakukan gerakan percepatan pemberantasan buta aksara melalui program yang dapat diterapkan untuk upaya percepatan pemberantasan buta aksara di Aceh. "Kita perlu melakukan berbagai upaya untuk menumbuhkan budaya membaca dikalangan bangsa kita" ujarnya.
Salmiza menegaskan, mengingat pendidikan Aceh yang dalam kondisi memprihatinkan ini, perlu dipacu untuk melakukan pembinaan pendidikan sejak usia dini sehingga Aceh sebagai daerah istimewa di bidang pendidikan dapat terwujud dengan sempurna serta menjadi kebanggaan semua pihak di Aceh.
"Sebagai Wakil Wali Kota Subulussalam, saya menyambut baik kegiatan ini demi mendorong semangat para pengelola Lembaga Non Formal dan Informal untuk meningkatkan kreatifitas dan kapasitasnya,” tegas Salmiza.
Ia juga mengapresiasi terhadap para pemenang lomba dan mengingatkan agar yang belum memperoleh juara agar tidak berkecil hati tetapi haruslah dijadikan sebagai dorongan dan motivasi dalam meningkatkan kreatifitas dan kinerja di tahun-tahun berikutnya. Salmiza juga mengingatkan semua pihak bahwa perlu dilakukan dorongan perluasan pelayanan dan sekaligus meningkatkan mutu pendidikan non formal dan informal. “Upaya mencerdaskan kehidupan bangsa adalah tanggungjawab kita bersama” pungkasnya.
Pada Acara Penutupan Hari Aksara Internasional ke 50 tingkat Provinsi Aceh ini juga diumumkan para pemenang berbagai jenis lomba dan tampil sebagai juara umum Kabupaten Aceh Utara dan kontingen terfavorit diraih oleh Kabupaten Aceh Timur.
Adapun pemenang pada aneka lomba yang digelar dalam rangka memperingati Hari Aksara Internasional (HAI) tingkat provinsi Aceh, meliputi, jenis lomba pengelola PKBM, Juara satu direbut Abdurrahman. I, S.Pd. berasal dari Kabupaten Aceh Utara, disusul ditempat kedua Darmizi, S.Ag. utusan Kota Banda Aceh, selanjutnya juara tiga Drs. Anwar Harun dari Kota Lhokseumawe. Sementara juara empat dan lima masing-masing Selvi Afriana, S.Pd. dari Aceh Tenggara dan Heri Suwandi dari Pidie.
Untuk jenis lomba Pamong Belajar, dimenangkan oleh Dra. Murni sebagai juara satu dari Banda Aceh, disusul juara dua oleh Yusmadi, S.Pd. dari Bireuen, dan juara tiga diraih oleh Salmawati, S.Pd. dari Simeulue, sementara juara empat dan lima masing-masing diraih oleh S. Alwi, S.Pd. dari Aceh utara dan Muhammad Riza Faisal dari Pidie.
Sementara untuk jenis lomba Penilik, juara satu direbut oleh Nurlaila dari Aceh Utara, disusul oleh Drs. Hasbi dari Banda Aceh sebagai juara dua dan Nurlaila, S.Pd. dari Pidie Jaya, sementara juara empat dan lima diperoleh oleh M. Yunus, S.Pd.I., dari Aceh Tamiang disusul oleh Surizal, A.Ma.,Pd., dari Nagan Raya.
Begitu juga dengan jenis lomba Tutor Keaksaraan juara satunya diraih oleh Akmarida, S.Si., dari Subulussalam, disusul oleh Ratna Dewi dari Aceh Timur dan juara tiga Eriadi, S.Pd., dari Langsa, sementara juara empat dan lima masing-masing diraih oleh Nivegebrina Utama dari Aceh Besar dan Munawarah Albahri dari Sabang.
Untuk diketahui, acara peringatan HAI ke 50 ini juga dimeriahkan oleh penampilan Stand Pameran utusan dari seluruh kabupaten/kota se Aceh yang memamerkan berbagai produk lembaga pendidikan luar sekolah. Terhadap Stand Pameran ini juga dilakukan penilaian oleh Dewanjuri yang hasilnya juga diumumkan pada acara penutupan HAI ke 50 tingkat Provinsi Aceh di Kota Subulussalam.
Adapun yang keluar sebagai juara pertama adalah Stand Pameran dari tuan rumah, Kota Subulussalam, disusul oleh Kota langsa sebagai juara dua. Juara tiga diraih oleh Aceh Tamiang, sementara juara empat dan lima, masing-masing Kabupaten Bener meriah dan Aceh Utara.

sumber: http://disdik.acehprov.go.id/artikel/clone-aceh-utara-juara-umum-hai-ke-50-aceh


Subulussalam; Hari Aksara Internasional ke 50 tingkat Provinsi Aceh yang diselenggarakan sejak tanggal 9 hingga 12 November 2015, telah ditutup secara resmi oleh Wakil Walikota Subulussalam Salmiza, Kamis 12 November 2015.
Pada kesempatan itu, Wakil Walikota Subulussalam menyampaikan bahwa perlu dilakukan gerakan percepatan pemberantasan buta aksara melalui program yang dapat diterapkan untuk upaya percepatan pemberantasan buta aksara di Aceh. "Kita perlu melakukan berbagai upaya untuk menumbuhkan budaya membaca dikalangan bangsa kita" ujarnya.
Salmiza menegaskan, mengingat pendidikan Aceh yang dalam kondisi memprihatinkan ini, perlu dipacu untuk melakukan pembinaan pendidikan sejak usia dini sehingga Aceh sebagai daerah istimewa di bidang pendidikan dapat terwujud dengan sempurna serta menjadi kebanggaan semua pihak di Aceh.
"Sebagai Wakil Wali Kota Subulussalam, saya menyambut baik kegiatan ini demi mendorong semangat para pengelola Lembaga Non Formal dan Informal untuk meningkatkan kreatifitas dan kapasitasnya,” tegas Salmiza.
Ia juga mengapresiasi terhadap para pemenang lomba dan mengingatkan agar yang belum memperoleh juara agar tidak berkecil hati tetapi haruslah dijadikan sebagai dorongan dan motivasi dalam meningkatkan kreatifitas dan kinerja di tahun-tahun berikutnya. Salmiza juga mengingatkan semua pihak bahwa perlu dilakukan dorongan perluasan pelayanan dan sekaligus meningkatkan mutu pendidikan non formal dan informal. “Upaya mencerdaskan kehidupan bangsa adalah tanggungjawab kita bersama” pungkasnya.
Pada Acara Penutupan Hari Aksara Internasional ke 50 tingkat Provinsi Aceh ini juga diumumkan para pemenang berbagai jenis lomba dan tampil sebagai juara umum Kabupaten Aceh Utara dan kontingen terfavorit diraih oleh Kabupaten Aceh Timur.
Adapun pemenang pada aneka lomba yang digelar dalam rangka memperingati Hari Aksara Internasional (HAI) tingkat provinsi Aceh, meliputi, jenis lomba pengelola PKBM, Juara satu direbut Abdurrahman. I, S.Pd. berasal dari Kabupaten Aceh Utara, disusul ditempat kedua Darmizi, S.Ag. utusan Kota Banda Aceh, selanjutnya juara tiga Drs. Anwar Harun dari Kota Lhokseumawe. Sementara juara empat dan lima masing-masing Selvi Afriana, S.Pd. dari Aceh Tenggara dan Heri Suwandi dari Pidie.
Untuk jenis lomba Pamong Belajar, dimenangkan oleh Dra. Murni sebagai juara satu dari Banda Aceh, disusul juara dua oleh Yusmadi, S.Pd. dari Bireuen, dan juara tiga diraih oleh Salmawati, S.Pd. dari Simeulue, sementara juara empat dan lima masing-masing diraih oleh S. Alwi, S.Pd. dari Aceh utara dan Muhammad Riza Faisal dari Pidie.
Sementara untuk jenis lomba Penilik, juara satu direbut oleh Nurlaila dari Aceh Utara, disusul oleh Drs. Hasbi dari Banda Aceh sebagai juara dua dan Nurlaila, S.Pd. dari Pidie Jaya, sementara juara empat dan lima diperoleh oleh M. Yunus, S.Pd.I., dari Aceh Tamiang disusul oleh Surizal, A.Ma.,Pd., dari Nagan Raya.
Begitu juga dengan jenis lomba Tutor Keaksaraan juara satunya diraih oleh Akmarida, S.Si., dari Subulussalam, disusul oleh Ratna Dewi dari Aceh Timur dan juara tiga Eriadi, S.Pd., dari Langsa, sementara juara empat dan lima masing-masing diraih oleh Nivegebrina Utama dari Aceh Besar dan Munawarah Albahri dari Sabang.
Untuk diketahui, acara peringatan HAI ke 50 ini juga dimeriahkan oleh penampilan Stand Pameran utusan dari seluruh kabupaten/kota se Aceh yang memamerkan berbagai produk lembaga pendidikan luar sekolah. Terhadap Stand Pameran ini juga dilakukan penilaian oleh Dewanjuri yang hasilnya juga diumumkan pada acara penutupan HAI ke 50 tingkat Provinsi Aceh di Kota Subulussalam.
Adapun yang keluar sebagai juara pertama adalah Stand Pameran dari tuan rumah, Kota Subulussalam, disusul oleh Kota langsa sebagai juara dua. Juara tiga diraih oleh Aceh Tamiang, sementara juara empat dan lima, masing-masing Kabupaten Bener meriah dan Aceh Utara.
- See more at: http://disdik.acehprov.go.id/artikel/clone-aceh-utara-juara-umum-hai-ke-50-aceh#sthash.usmq0rIn.dpuf

Subulussalam; Hari Aksara Internasional ke 50 tingkat Provinsi Aceh yang diselenggarakan sejak tanggal 9 hingga 12 November 2015, telah ditutup secara resmi oleh Wakil Walikota Subulussalam Salmiza, Kamis 12 November 2015.
Pada kesempatan itu, Wakil Walikota Subulussalam menyampaikan bahwa perlu dilakukan gerakan percepatan pemberantasan buta aksara melalui program yang dapat diterapkan untuk upaya percepatan pemberantasan buta aksara di Aceh. "Kita perlu melakukan berbagai upaya untuk menumbuhkan budaya membaca dikalangan bangsa kita" ujarnya.
Salmiza menegaskan, mengingat pendidikan Aceh yang dalam kondisi memprihatinkan ini, perlu dipacu untuk melakukan pembinaan pendidikan sejak usia dini sehingga Aceh sebagai daerah istimewa di bidang pendidikan dapat terwujud dengan sempurna serta menjadi kebanggaan semua pihak di Aceh.
"Sebagai Wakil Wali Kota Subulussalam, saya menyambut baik kegiatan ini demi mendorong semangat para pengelola Lembaga Non Formal dan Informal untuk meningkatkan kreatifitas dan kapasitasnya,” tegas Salmiza.
Ia juga mengapresiasi terhadap para pemenang lomba dan mengingatkan agar yang belum memperoleh juara agar tidak berkecil hati tetapi haruslah dijadikan sebagai dorongan dan motivasi dalam meningkatkan kreatifitas dan kinerja di tahun-tahun berikutnya. Salmiza juga mengingatkan semua pihak bahwa perlu dilakukan dorongan perluasan pelayanan dan sekaligus meningkatkan mutu pendidikan non formal dan informal. “Upaya mencerdaskan kehidupan bangsa adalah tanggungjawab kita bersama” pungkasnya.
Pada Acara Penutupan Hari Aksara Internasional ke 50 tingkat Provinsi Aceh ini juga diumumkan para pemenang berbagai jenis lomba dan tampil sebagai juara umum Kabupaten Aceh Utara dan kontingen terfavorit diraih oleh Kabupaten Aceh Timur.
Adapun pemenang pada aneka lomba yang digelar dalam rangka memperingati Hari Aksara Internasional (HAI) tingkat provinsi Aceh, meliputi, jenis lomba pengelola PKBM, Juara satu direbut Abdurrahman. I, S.Pd. berasal dari Kabupaten Aceh Utara, disusul ditempat kedua Darmizi, S.Ag. utusan Kota Banda Aceh, selanjutnya juara tiga Drs. Anwar Harun dari Kota Lhokseumawe. Sementara juara empat dan lima masing-masing Selvi Afriana, S.Pd. dari Aceh Tenggara dan Heri Suwandi dari Pidie.
Untuk jenis lomba Pamong Belajar, dimenangkan oleh Dra. Murni sebagai juara satu dari Banda Aceh, disusul juara dua oleh Yusmadi, S.Pd. dari Bireuen, dan juara tiga diraih oleh Salmawati, S.Pd. dari Simeulue, sementara juara empat dan lima masing-masing diraih oleh S. Alwi, S.Pd. dari Aceh utara dan Muhammad Riza Faisal dari Pidie.
Sementara untuk jenis lomba Penilik, juara satu direbut oleh Nurlaila dari Aceh Utara, disusul oleh Drs. Hasbi dari Banda Aceh sebagai juara dua dan Nurlaila, S.Pd. dari Pidie Jaya, sementara juara empat dan lima diperoleh oleh M. Yunus, S.Pd.I., dari Aceh Tamiang disusul oleh Surizal, A.Ma.,Pd., dari Nagan Raya.
Begitu juga dengan jenis lomba Tutor Keaksaraan juara satunya diraih oleh Akmarida, S.Si., dari Subulussalam, disusul oleh Ratna Dewi dari Aceh Timur dan juara tiga Eriadi, S.Pd., dari Langsa, sementara juara empat dan lima masing-masing diraih oleh Nivegebrina Utama dari Aceh Besar dan Munawarah Albahri dari Sabang.
Untuk diketahui, acara peringatan HAI ke 50 ini juga dimeriahkan oleh penampilan Stand Pameran utusan dari seluruh kabupaten/kota se Aceh yang memamerkan berbagai produk lembaga pendidikan luar sekolah. Terhadap Stand Pameran ini juga dilakukan penilaian oleh Dewanjuri yang hasilnya juga diumumkan pada acara penutupan HAI ke 50 tingkat Provinsi Aceh di Kota Subulussalam.
Adapun yang keluar sebagai juara pertama adalah Stand Pameran dari tuan rumah, Kota Subulussalam, disusul oleh Kota langsa sebagai juara dua. Juara tiga diraih oleh Aceh Tamiang, sementara juara empat dan lima, masing-masing Kabupaten Bener meriah dan Aceh Utara.
- See more at: http://disdik.acehprov.go.id/artikel/clone-aceh-utara-juara-umum-hai-ke-50-aceh#sthash.usmq0rIn.dpuf
Aceh Utara Juara Umum HAI ke 50 Aceh
Subulussalam; Hari Aksara Internasional ke 50 tingkat Provinsi Aceh yang diselenggarakan sejak tanggal 9 hingga 12 November 2015, telah ditutup secara resmi oleh Wakil Walikota Subulussalam Salmiza, Kamis 12 November 2015.
Pada kesempatan itu, Wakil Walikota Subulussalam menyampaikan bahwa perlu dilakukan gerakan percepatan pemberantasan buta aksara melalui program yang dapat diterapkan untuk upaya percepatan pemberantasan buta aksara di Aceh. "Kita perlu melakukan berbagai upaya untuk menumbuhkan budaya membaca dikalangan bangsa kita" ujarnya.
Salmiza menegaskan, mengingat pendidikan Aceh yang dalam kondisi memprihatinkan ini, perlu dipacu untuk melakukan pembinaan pendidikan sejak usia dini sehingga Aceh sebagai daerah istimewa di bidang pendidikan dapat terwujud dengan sempurna serta menjadi kebanggaan semua pihak di Aceh.
"Sebagai Wakil Wali Kota Subulussalam, saya menyambut baik kegiatan ini demi mendorong semangat para pengelola Lembaga Non Formal dan Informal untuk meningkatkan kreatifitas dan kapasitasnya,” tegas Salmiza.
Ia juga mengapresiasi terhadap para pemenang lomba dan mengingatkan agar yang belum memperoleh juara agar tidak berkecil hati tetapi haruslah dijadikan sebagai dorongan dan motivasi dalam meningkatkan kreatifitas dan kinerja di tahun-tahun berikutnya. Salmiza juga mengingatkan semua pihak bahwa perlu dilakukan dorongan perluasan pelayanan dan sekaligus meningkatkan mutu pendidikan non formal dan informal. “Upaya mencerdaskan kehidupan bangsa adalah tanggungjawab kita bersama” pungkasnya.
Pada Acara Penutupan Hari Aksara Internasional ke 50 tingkat Provinsi Aceh ini juga diumumkan para pemenang berbagai jenis lomba dan tampil sebagai juara umum Kabupaten Aceh Utara dan kontingen terfavorit diraih oleh Kabupaten Aceh Timur.
Adapun pemenang pada aneka lomba yang digelar dalam rangka memperingati Hari Aksara Internasional (HAI) tingkat provinsi Aceh, meliputi, jenis lomba pengelola PKBM, Juara satu direbut Abdurrahman. I, S.Pd. berasal dari Kabupaten Aceh Utara, disusul ditempat kedua Darmizi, S.Ag. utusan Kota Banda Aceh, selanjutnya juara tiga Drs. Anwar Harun dari Kota Lhokseumawe. Sementara juara empat dan lima masing-masing Selvi Afriana, S.Pd. dari Aceh Tenggara dan Heri Suwandi dari Pidie.
Untuk jenis lomba Pamong Belajar, dimenangkan oleh Dra. Murni sebagai juara satu dari Banda Aceh, disusul juara dua oleh Yusmadi, S.Pd. dari Bireuen, dan juara tiga diraih oleh Salmawati, S.Pd. dari Simeulue, sementara juara empat dan lima masing-masing diraih oleh S. Alwi, S.Pd. dari Aceh utara dan Muhammad Riza Faisal dari Pidie.
Sementara untuk jenis lomba Penilik, juara satu direbut oleh Nurlaila dari Aceh Utara, disusul oleh Drs. Hasbi dari Banda Aceh sebagai juara dua dan Nurlaila, S.Pd. dari Pidie Jaya, sementara juara empat dan lima diperoleh oleh M. Yunus, S.Pd.I., dari Aceh Tamiang disusul oleh Surizal, A.Ma.,Pd., dari Nagan Raya.
Begitu juga dengan jenis lomba Tutor Keaksaraan juara satunya diraih oleh Akmarida, S.Si., dari Subulussalam, disusul oleh Ratna Dewi dari Aceh Timur dan juara tiga Eriadi, S.Pd., dari Langsa, sementara juara empat dan lima masing-masing diraih oleh Nivegebrina Utama dari Aceh Besar dan Munawarah Albahri dari Sabang.
Untuk diketahui, acara peringatan HAI ke 50 ini juga dimeriahkan oleh penampilan Stand Pameran utusan dari seluruh kabupaten/kota se Aceh yang memamerkan berbagai produk lembaga pendidikan luar sekolah. Terhadap Stand Pameran ini juga dilakukan penilaian oleh Dewanjuri yang hasilnya juga diumumkan pada acara penutupan HAI ke 50 tingkat Provinsi Aceh di Kota Subulussalam.
Adapun yang keluar sebagai juara pertama adalah Stand Pameran dari tuan rumah, Kota Subulussalam, disusul oleh Kota langsa sebagai juara dua. Juara tiga diraih oleh Aceh Tamiang, sementara juara empat dan lima, masing-masing Kabupaten Bener meriah dan Aceh Utara.
- See more at: http://disdik.acehprov.go.id/artikel/clone-aceh-utara-juara-umum-hai-ke-50-aceh#sthash.usmq0rIn.dpuf
Read more Posted Under: ,
Subulussalam,


Sekda Aceh Darmawan (dipayungi), didampingi Kadisdik Aceh Drs. Hasanuddin Darjo, MM dan Wakil Walikota Subulussalam Salmaza Disambut Tarian Dampeng Pada Acara HAI Se Aceh di Subulussalam, pada pembukaan Peringatan HAI Ke 50 se Aceh di Subulussalam

(Tarmizi A.Gani).


– Peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) se–Aceh yang ke 50 dipusatkan di Subulussalam telah dibuka oleh Sekda Aceh Demawan, dalam satu upacara yang cukup meriah, Senin (9/11/2015) (hari ini – red).

Peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) ke-50 tingkat se-Aceh yang dipusatkan di kompleks pemerintahan, Lapangan Sadakata, Desa Lae Oram, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, acara ini ikut disertai sejumlah Pameran yang berlangsung dari 9-12 November (selama empat hari – red), kata Hasanuddin Darjo.

Hasanuddin Darjo menyatakan, puas atas pelaksanan upacara pembukan HAI ke 50 yang berjalan dengan tertip dan lancar, dihadiri ribuan orang termasuk semua kontigen dari seluruh Aceh.

Menyemarakkan kegiatan peringatan HAI se–Aceh, Dinas Pendidikan Aceh ikut menggelar sejumlah perlombaan di antaranya lomba kreativitas anak PAUD dan TK seperti lomba mewarnai, membaca surat pendek Quran, baca puisi dan kaligrafi serta peragaan busana. Sementara tingkat SMP akan ada lomba baca puisi, tari kreasi, pidato dan selawat badar serta as­maul husna, begitu juga tingkat SMA akan mengikuti lomba lukis, pidato dan juga salawat badar, jelas Hasanuddin Darjo.

Hasil sejumlah informasi, Seluruh Kabupaten/Kota berpeluang dan ingin membawa pulang juara umum setalah dinilai oleh panitia, dengan itu peringatan dan pameran HAI di Subulussalam cukup meriah, “rombongan Sekda Aceh juga disambut dengan tari Dampeng, Kuda Lumping dan tari Massal murid PAUD se – Kota Subulussalam”. (Tarmizi A. Gani)
Sumber; sidaknews.com
6
Read more Posted Under: ,
Banda Aceh: Pemerintah Aceh menurunkan Tim Safari Ramadhan 1436 Hijriyah ke Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dan Aceh Selatan, sejak 1-2 Juli 2015.
Safari Ramadhan yang digelar di pantai Barat-Selatan Aceh itu sekaligus mengakhiri agenda Safari Ramadhan yang digelar di 23 Kabupaten dan Kota di Aceh.
Koordinator Tim Safari Ramadhan pantai Barat-Selatan Aceh, Drs. Hasanuddin Darjo, MM, yang juga selaku Kepala Dinas Pendidikan Aceh, dalam hal ini diwakili Kepala UPTD Balai Tekkomdik Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Zulkarnaini, mengatakan, tim yang dibagi 3 kelompok ini berceramah agama seusai shalat tarawih.
Read more Posted Under: ,
BANDA ACEH - Kendati telah meraih prestasi ditingkat provinsi Aceh, tiga jagoan jenjang pendidikan SMP, SMA dan SMK dari provinsi Aceh, dipastikan siap untuk berlaga dalam anugrah “Kita Harus Belajar” (Kihajar) 2014 yang berlangsung November mendatang di Jakarta.

Kepala Balai Tekkomdik Dinas Pendidikan Aceh, Zulkarnaini, yang juga ketua panitia anugrah Kihajar Aceh 2014 mengatakan, pihaknya akan mengirimkan perwakilan pelajar pada even bergenai tersebut.

Didampingi Kasi Pengembangan Aplikasi TIK Balai Tekkomdik Aceh, Zulkarnaini, mengatakan, menghadapi era globalisasi penggunaan teknologi informasi dan komunikasi menjadi sebuah kebutuhan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi kinerja.

“Salah satu tujuannya yaitu untuk mendorong dan meningkatkan minat dan kebiasaan belajar siiswa-siswi di sekolah,” ujarnya menjelaskan, hari ini.

Ia menyebutkan, tahun ini respon dari siswa-siswi jenjang SMP, SMA dan SMK, mengalami peningkatan yaitu mencapai 553 peserta. Para peserta itu juga menjadi nominasi Kuis Kiahajar online.


waspada online
Read more Posted Under: ,
Merdeka.com - Dodaidi, seni tutur di Aceh yang disampaikan oleh setiap orang tua sebagai pengantar tidur anaknya kian tergerus dengan modernisasi. Sekarang banyak muda-mudi sudah melupakannya.

Bahkan ibu-ibu muda sekarang nyaris tidak lagi menggunakan seni tutur dodaidi itu sebagai pengantar tidur anak-anaknya. Mirisnya ada anggapan dodaidi itu ketinggalan zaman dan terlalu kampungan. Terutama kesan itu bagi warga yang tinggal di perkotaan.

Atas dasar itu, Dinas Pendidikan Aceh sedang menggarap sebuah film berbentuk feature berceritakan tentang Dodaidi tersebut. Pembuatan film ini juga untuk melestarikan seni tutur itu yang nyaris dilupakan oleh banyak masyarakat Aceh.

Kepala Balai Tekkomdik Dinas Pendidikan Aceh, Zulkarnaini menjelaskan digarapnya film dodaidi tersebut mengingat akhir-akhir ini sudah jarang dimanfaatkan oleh masyarakat Aceh secara umum. Sehingga dengan produksi film ini, siswa dan siswi di Aceh dapat mengenal budaya asli yang berkembang di Aceh.

<selengkapnya>
Read more Posted Under: ,
Banda Aceh  – Terhitung sejak April hingga September 2014, sebanyak 1.200 orang guru jenjang SMP dan SMA dari 23 Kabupaten dan Kota se provinsi Aceh, memperoleh pelatihan ilmu Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Pelatihan ini bertujuan agar abdi didik di Aceh bebas gagap teknologi. Mereka diharapkan dapat menguasai pemamfaatan TIK untuk pendidikan. <http://atjehlink.com>

Read more Posted Under: ,

Popular Post

Comments

Videos

Formulir Kontak

♖Your Name :
✎Your Email *required
✉Your Message *required