Pengembara yang masih tertatih berjalan di bawah bayang fatamorgana

Mantari Bungsu ©

About

Blog ini merupakan catatan pribadi dan kutipan serta tulisan dari berbagai sumber yang penulis rasa layak untuk di publish dan semoga dapat menjadi salah satu bahan referensi dan bacaan yang sifatnya untuk konsumsi personal dan atau lembaga.
Berbagai tulisan terkait pendidikan, agama dan budaya menjadi fokus kami dalam menyajikan tulisan dihadapan netizer.
Berbagai kritikan dan saran serta pandangan dan apresiasi kami harapkan dari netizer yang sempat singgah di blog ini.
Terimakasih.

Resume

Employment

Abdi Negara

Education

IKIP Padang

Portfolio

Liputan Media

Tim SMK Aceh yang di pimpin Kabid Pembinaan SMK
pada Dinas Pendidikan Aceh,
Saat berada di Nieuwegein, Utrecht, Nedherlands. 
Banda Aceh-Provinsi Aceh terus berbenah untuk bangkit mengejar berbagai ketertinggalan, tidak terkecuali bidang pendidikan.Apalagi, Pemerintah Aceh dibawah tampuk kepemimpinan Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah, mempunyai visi-misi Pemerintah Aceh 2017-2022, yaitu mewujudkan Aceh Caròng, Aceh Meuadab dan Aceh Teuga.
Itu sebabnya, Dinas Pendidikan Aceh sebagai Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) bidang pendidikan, terus melakukan berbagai terobosan untuk mewujudkan program unggulan Aceh Caròng, Aceh Meuadab dan Aceh Teuga, sehingga Aceh menjadi Hebat.
Dalam rilis yang diterima PENAPOST.COM, Kepala Bidang Pembinaan SMK, Dinas Pendidikan Aceh, Teuku Miftahuddin, menyampaikan, tim SMK Aceh pada 18 September 2017 lalu, melakukan kunjungan ke negeri kincir angin, Belanda.
Kunjungan dimaksud, dilakukan dalam rangka merintis kerjasama dengan industri pelatihan otomotif multi brand bertaraf Internasional yang berada di Nieuwegein, Utrecht, Nedherlands.
“Oktober nanti akan kita kirimkan siswa dan guru untuk mengikuti pelatihan dan magang di perusahaan berskala Internasional. Saat ini sedang dilakukan persiapan dan kepastian lokasi serta finalisasi naskah MoU dengan pihak industri tersebut,” ujar Teuku Miftahuddin.
Kedatangan tim SMK Aceh ke Innovam Belanda di terima langsung oleh CEO Innovam Belanda, Mr. Leo Fransen.Innovam Belanda, merupakan lembaga pelatihan dan examation (pengujian keahlian) otomotif multi brand bertaraf Internasional terhadap guru dan siswa SMK Aceh.
Tim SMK Aceh dan rombongan difasilitasi langsung oleh Pimpinan PT. Innovam Indonesia Global, Hasustan Kosim, sebuah perusahaan perwakilan Innovam Belanda yang ada di Indonesia.
Pertemuan perdana ini membicarakan tentang finalisasi pointer MoU antara Pemerintah Aceh dengan pihak Innovam Belanda terkait pelatihan dan magang guru dan siswa SMK Aceh, khususnya bidang otomotif.
“Naskah MoU ini direncanakan penandatanganannya pada tanggal 26 September 2017 di Kantor Innovam Indonesia Global antara Pemerintah Aceh dalam hal ini melalui Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dengan CEO Innovam Belanda, Mr. Leo Fransen.
Menurut Teuku Miftahuddin, kunjungan ke Belanda itu, juga untuk menjaring lokasi magang guru dan siswa bidang lainnya seperti jurusan kerja kayu (kabinet making, Jonery) dan produksi paska pertanian.
“Ini kita lakukan sebagai salah satu upaya meningkatkan kualifikasi lulusan SMK Aceh yang bertaraf Internasional. Hal ini sebagai tindaklanjut dari instruksi Presiden Republik Indonesia, Pak Joko Widodo dalam upaya memperkuat eksistensi SMK dan sekaligus mengejawantahkan visi Pemerintah Aceh, yaitu Aceh Caròng, Aceh Meudap dan Aceh Teuga,” katanya.
Masih kata dia, provinsi Aceh sudah seharusnya memulai upaya globalisasi out put SMK, dengan harapan generasi bangsa di ujung barat Indonesia nantinya akan mampu mengisi lapangan kerja terampil dan profesional di level dunia Internasional.
“Itu sebabnya, kita merintis kerjasama dengan lembaga pendidikan vokasi yang bertaraf Internasional,” kata Teuku Miftahuddin di sela-sela kunjungannya, didampingi Nailul Authaar dan Zulkarnaini sebagai penanggungjawab magang guru dan siswa SMK Aceh.
Rencananya, lanjut Teuku Miftahuddin, pihaknya akan mengrimkan guru dan siswa SMK Bidang otomotif untuk berlatih dan magang di lembaga tersebut.Tim yang berkunjung ke Innovam Belanda, sebagai lembaga pelatihan otomotif multi brand bertaraf Internasional difasilitasi langsung oleh Pimpinan PT. Innovam Indonesia Global, Hasustan Kosim, sebuah perusahaan perwakilan Innovam Belanda yang ada di Indonesia,” lanjut Miftahuddin terkait misi tim SMK Aceh ke Belanda.
Direktur PT. Innovam Indonesia Global, Hasustan Kosim, mengatakan pihaknya sudah mempersiapkan berbagai agenda kerjasama terkait dengan pelatihan dan magang guru dan siswa SMK bidang otomotif.
“Pada 26 September 2017 ini, Kita akan memfasilitasi Pemerintah Aceh dan Sumatera Utara untuk melakukan penandatanganan MoU dengan pihak Innovam Belanda,” jelasnya.
sumber: http://www.penapost.com/disdik-aceh-rintis-kerjasama-industri-pelatihan-bertaraf-internasional/
Read more Posted Under: ,
Drs. Zulkarnaini meninjau proses pelatihan
Siswa SMK Negeri 1 Syamtalira Aron, Aceh Utara, (06/10/2017).
Lhoksukon-Berbagai terobosan terus dan sedang gencar-gencarnya dilakukan Dinas Pendidikan Aceh untuk mewujudkan visi-misi Pemerintah Aceh dibawah tampuk pimpinan Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah periode 2017-2022.Program unggulan bidang pendidikan itu meliputi Aceh caròng, Aceh Teuga dan Aceh Meuadab.
Tidak terkecuali pembinaan terhadap Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di provinsi ujung Barat Indonesia ini.Apalagi, dibawah tampuk pimpinan Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah, sangat menprioritaskan pendidikan sekolah kejuruan menjadikan sumberdaya manusia yang handal, profesional serta berdaya saing ditingkat nasional maupun internasional.
Itu sebabnya, Dinas Pendidikan Aceh melatih pelajar SMK di seluruh Aceh guna memiliki keahlian, sehingga lulusan sekolah kejuruan di Aceh nantinya siap pakai di dunia usaha maupun dunia industri (DUDI), dengan menurunkan alat praktik bergerak Mobil Training Unit (MTU) yang dilengkapi dengan alat praktikum ke sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Aceh melalui Penanggungjawab teknis kegiatan pelatihan Mobil Training Unit (MTU) pada Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Zulkarnaini, menjelaskan, pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan keahlian siswa-siswi sesuai bidang yang digeluti peserta didik di sekolah.
“Tahun ini ada 1.650 siswa SMK di seluruh Aceh yang kita latih kompetensi keahlian menggunakan tiga unit Mobil Training Unit (MTU),” ujar Zulkarnaini, Jum’at (06/10/2017).
Ia menyebutkan, masing-masing MTU melatih berbagai kompetensi keahlian.MTU 1 melatih empat kompetensi keahlian yaitu, Bricklaying (Batu Beton), Cabinet Making (Mebel), Joinery (Kontruksi Kayu), Plumbing (Pemipaan).
MTU II tiga kompetensi keahlian terdiri dari, elektonika komunikasi teknologi Informasi, listrik instalasi.Sedangkan MTU III melatih empat kompetensi keahlian meliputi, teknik kenderaan ringan, teknik sepeda motor, teknik pengelasan dan teknik motor tempel.
“Pelatihan ini kita maksudkan untuk 30 SMK se Aceh di tahun 2017 ini, dan setiap MTU dibagi dalam 10 angkatan.Hal ini tidak lain dan tidak bukan untuk mewujudkan Aceh caròng, Aceh Teuga dan Aceh Meuadab, sehingga Aceh menjadi Hebat,” sambung Zulkarnaini.
Hingga Oktober 2017 ini, lanjut Zulkarnaini, Dinas Pendidikan Aceh telah melatih tujuh angkatan atau sudah sebanyak 21 SMK dengan jumlah siswa yang dilatih mencapai 1.155 siswa-siswi di seluruh Aceh.
Selain itu, tambah Zulkarnaini, dalam pelatihan yang dilaksanakan selama 15 hari di masing-masing SMK di Aceh itu, pihaknya akan menilai peserta terbaik.Untuk terbaik I di masing-masing kompetensi keahlian akan dilakukan pelatihan dan magang lanjutan ke tingkat nasional dan ataupun Internasional.
“Sebagai contoh pada tahun ini, pertengahan bulan Oktober, siswa yang berprestasi akan kita kirimkan pelatihan dan magang ke Netherlands, Belanda. Dalam hal ini juga sudah dilakukan penandatanganan MoU antara Pemerintah Aceh dengan pihak Innovam Indonesia Global, di Medan, Sumatera Utara, pada 26 September 2017 lalu,” tambahnya. 
sumber: http://www.penapost.com/disdik-aceh-latih-seribu-lebih-pelajar-smk-se-aceh/
Read more Posted Under: ,
Subulussalam; Hari Aksara Internasional ke 50 tingkat Provinsi Aceh yang diselenggarakan sejak tanggal 9 hingga 12 November 2015, telah ditutup secara resmi oleh Wakil Walikota Subulussalam Salmiza, Kamis 12 November 2015.
Pada kesempatan itu, Wakil Walikota Subulussalam menyampaikan bahwa perlu dilakukan gerakan percepatan pemberantasan buta aksara melalui program yang dapat diterapkan untuk upaya percepatan pemberantasan buta aksara di Aceh. "Kita perlu melakukan berbagai upaya untuk menumbuhkan budaya membaca dikalangan bangsa kita" ujarnya.
Salmiza menegaskan, mengingat pendidikan Aceh yang dalam kondisi memprihatinkan ini, perlu dipacu untuk melakukan pembinaan pendidikan sejak usia dini sehingga Aceh sebagai daerah istimewa di bidang pendidikan dapat terwujud dengan sempurna serta menjadi kebanggaan semua pihak di Aceh.
"Sebagai Wakil Wali Kota Subulussalam, saya menyambut baik kegiatan ini demi mendorong semangat para pengelola Lembaga Non Formal dan Informal untuk meningkatkan kreatifitas dan kapasitasnya,” tegas Salmiza.
Ia juga mengapresiasi terhadap para pemenang lomba dan mengingatkan agar yang belum memperoleh juara agar tidak berkecil hati tetapi haruslah dijadikan sebagai dorongan dan motivasi dalam meningkatkan kreatifitas dan kinerja di tahun-tahun berikutnya. Salmiza juga mengingatkan semua pihak bahwa perlu dilakukan dorongan perluasan pelayanan dan sekaligus meningkatkan mutu pendidikan non formal dan informal. “Upaya mencerdaskan kehidupan bangsa adalah tanggungjawab kita bersama” pungkasnya.
Pada Acara Penutupan Hari Aksara Internasional ke 50 tingkat Provinsi Aceh ini juga diumumkan para pemenang berbagai jenis lomba dan tampil sebagai juara umum Kabupaten Aceh Utara dan kontingen terfavorit diraih oleh Kabupaten Aceh Timur.
Adapun pemenang pada aneka lomba yang digelar dalam rangka memperingati Hari Aksara Internasional (HAI) tingkat provinsi Aceh, meliputi, jenis lomba pengelola PKBM, Juara satu direbut Abdurrahman. I, S.Pd. berasal dari Kabupaten Aceh Utara, disusul ditempat kedua Darmizi, S.Ag. utusan Kota Banda Aceh, selanjutnya juara tiga Drs. Anwar Harun dari Kota Lhokseumawe. Sementara juara empat dan lima masing-masing Selvi Afriana, S.Pd. dari Aceh Tenggara dan Heri Suwandi dari Pidie.
Untuk jenis lomba Pamong Belajar, dimenangkan oleh Dra. Murni sebagai juara satu dari Banda Aceh, disusul juara dua oleh Yusmadi, S.Pd. dari Bireuen, dan juara tiga diraih oleh Salmawati, S.Pd. dari Simeulue, sementara juara empat dan lima masing-masing diraih oleh S. Alwi, S.Pd. dari Aceh utara dan Muhammad Riza Faisal dari Pidie.
Sementara untuk jenis lomba Penilik, juara satu direbut oleh Nurlaila dari Aceh Utara, disusul oleh Drs. Hasbi dari Banda Aceh sebagai juara dua dan Nurlaila, S.Pd. dari Pidie Jaya, sementara juara empat dan lima diperoleh oleh M. Yunus, S.Pd.I., dari Aceh Tamiang disusul oleh Surizal, A.Ma.,Pd., dari Nagan Raya.
Begitu juga dengan jenis lomba Tutor Keaksaraan juara satunya diraih oleh Akmarida, S.Si., dari Subulussalam, disusul oleh Ratna Dewi dari Aceh Timur dan juara tiga Eriadi, S.Pd., dari Langsa, sementara juara empat dan lima masing-masing diraih oleh Nivegebrina Utama dari Aceh Besar dan Munawarah Albahri dari Sabang.
Untuk diketahui, acara peringatan HAI ke 50 ini juga dimeriahkan oleh penampilan Stand Pameran utusan dari seluruh kabupaten/kota se Aceh yang memamerkan berbagai produk lembaga pendidikan luar sekolah. Terhadap Stand Pameran ini juga dilakukan penilaian oleh Dewanjuri yang hasilnya juga diumumkan pada acara penutupan HAI ke 50 tingkat Provinsi Aceh di Kota Subulussalam.
Adapun yang keluar sebagai juara pertama adalah Stand Pameran dari tuan rumah, Kota Subulussalam, disusul oleh Kota langsa sebagai juara dua. Juara tiga diraih oleh Aceh Tamiang, sementara juara empat dan lima, masing-masing Kabupaten Bener meriah dan Aceh Utara.

sumber: http://disdik.acehprov.go.id/artikel/clone-aceh-utara-juara-umum-hai-ke-50-aceh


Subulussalam; Hari Aksara Internasional ke 50 tingkat Provinsi Aceh yang diselenggarakan sejak tanggal 9 hingga 12 November 2015, telah ditutup secara resmi oleh Wakil Walikota Subulussalam Salmiza, Kamis 12 November 2015.
Pada kesempatan itu, Wakil Walikota Subulussalam menyampaikan bahwa perlu dilakukan gerakan percepatan pemberantasan buta aksara melalui program yang dapat diterapkan untuk upaya percepatan pemberantasan buta aksara di Aceh. "Kita perlu melakukan berbagai upaya untuk menumbuhkan budaya membaca dikalangan bangsa kita" ujarnya.
Salmiza menegaskan, mengingat pendidikan Aceh yang dalam kondisi memprihatinkan ini, perlu dipacu untuk melakukan pembinaan pendidikan sejak usia dini sehingga Aceh sebagai daerah istimewa di bidang pendidikan dapat terwujud dengan sempurna serta menjadi kebanggaan semua pihak di Aceh.
"Sebagai Wakil Wali Kota Subulussalam, saya menyambut baik kegiatan ini demi mendorong semangat para pengelola Lembaga Non Formal dan Informal untuk meningkatkan kreatifitas dan kapasitasnya,” tegas Salmiza.
Ia juga mengapresiasi terhadap para pemenang lomba dan mengingatkan agar yang belum memperoleh juara agar tidak berkecil hati tetapi haruslah dijadikan sebagai dorongan dan motivasi dalam meningkatkan kreatifitas dan kinerja di tahun-tahun berikutnya. Salmiza juga mengingatkan semua pihak bahwa perlu dilakukan dorongan perluasan pelayanan dan sekaligus meningkatkan mutu pendidikan non formal dan informal. “Upaya mencerdaskan kehidupan bangsa adalah tanggungjawab kita bersama” pungkasnya.
Pada Acara Penutupan Hari Aksara Internasional ke 50 tingkat Provinsi Aceh ini juga diumumkan para pemenang berbagai jenis lomba dan tampil sebagai juara umum Kabupaten Aceh Utara dan kontingen terfavorit diraih oleh Kabupaten Aceh Timur.
Adapun pemenang pada aneka lomba yang digelar dalam rangka memperingati Hari Aksara Internasional (HAI) tingkat provinsi Aceh, meliputi, jenis lomba pengelola PKBM, Juara satu direbut Abdurrahman. I, S.Pd. berasal dari Kabupaten Aceh Utara, disusul ditempat kedua Darmizi, S.Ag. utusan Kota Banda Aceh, selanjutnya juara tiga Drs. Anwar Harun dari Kota Lhokseumawe. Sementara juara empat dan lima masing-masing Selvi Afriana, S.Pd. dari Aceh Tenggara dan Heri Suwandi dari Pidie.
Untuk jenis lomba Pamong Belajar, dimenangkan oleh Dra. Murni sebagai juara satu dari Banda Aceh, disusul juara dua oleh Yusmadi, S.Pd. dari Bireuen, dan juara tiga diraih oleh Salmawati, S.Pd. dari Simeulue, sementara juara empat dan lima masing-masing diraih oleh S. Alwi, S.Pd. dari Aceh utara dan Muhammad Riza Faisal dari Pidie.
Sementara untuk jenis lomba Penilik, juara satu direbut oleh Nurlaila dari Aceh Utara, disusul oleh Drs. Hasbi dari Banda Aceh sebagai juara dua dan Nurlaila, S.Pd. dari Pidie Jaya, sementara juara empat dan lima diperoleh oleh M. Yunus, S.Pd.I., dari Aceh Tamiang disusul oleh Surizal, A.Ma.,Pd., dari Nagan Raya.
Begitu juga dengan jenis lomba Tutor Keaksaraan juara satunya diraih oleh Akmarida, S.Si., dari Subulussalam, disusul oleh Ratna Dewi dari Aceh Timur dan juara tiga Eriadi, S.Pd., dari Langsa, sementara juara empat dan lima masing-masing diraih oleh Nivegebrina Utama dari Aceh Besar dan Munawarah Albahri dari Sabang.
Untuk diketahui, acara peringatan HAI ke 50 ini juga dimeriahkan oleh penampilan Stand Pameran utusan dari seluruh kabupaten/kota se Aceh yang memamerkan berbagai produk lembaga pendidikan luar sekolah. Terhadap Stand Pameran ini juga dilakukan penilaian oleh Dewanjuri yang hasilnya juga diumumkan pada acara penutupan HAI ke 50 tingkat Provinsi Aceh di Kota Subulussalam.
Adapun yang keluar sebagai juara pertama adalah Stand Pameran dari tuan rumah, Kota Subulussalam, disusul oleh Kota langsa sebagai juara dua. Juara tiga diraih oleh Aceh Tamiang, sementara juara empat dan lima, masing-masing Kabupaten Bener meriah dan Aceh Utara.
- See more at: http://disdik.acehprov.go.id/artikel/clone-aceh-utara-juara-umum-hai-ke-50-aceh#sthash.usmq0rIn.dpuf

Subulussalam; Hari Aksara Internasional ke 50 tingkat Provinsi Aceh yang diselenggarakan sejak tanggal 9 hingga 12 November 2015, telah ditutup secara resmi oleh Wakil Walikota Subulussalam Salmiza, Kamis 12 November 2015.
Pada kesempatan itu, Wakil Walikota Subulussalam menyampaikan bahwa perlu dilakukan gerakan percepatan pemberantasan buta aksara melalui program yang dapat diterapkan untuk upaya percepatan pemberantasan buta aksara di Aceh. "Kita perlu melakukan berbagai upaya untuk menumbuhkan budaya membaca dikalangan bangsa kita" ujarnya.
Salmiza menegaskan, mengingat pendidikan Aceh yang dalam kondisi memprihatinkan ini, perlu dipacu untuk melakukan pembinaan pendidikan sejak usia dini sehingga Aceh sebagai daerah istimewa di bidang pendidikan dapat terwujud dengan sempurna serta menjadi kebanggaan semua pihak di Aceh.
"Sebagai Wakil Wali Kota Subulussalam, saya menyambut baik kegiatan ini demi mendorong semangat para pengelola Lembaga Non Formal dan Informal untuk meningkatkan kreatifitas dan kapasitasnya,” tegas Salmiza.
Ia juga mengapresiasi terhadap para pemenang lomba dan mengingatkan agar yang belum memperoleh juara agar tidak berkecil hati tetapi haruslah dijadikan sebagai dorongan dan motivasi dalam meningkatkan kreatifitas dan kinerja di tahun-tahun berikutnya. Salmiza juga mengingatkan semua pihak bahwa perlu dilakukan dorongan perluasan pelayanan dan sekaligus meningkatkan mutu pendidikan non formal dan informal. “Upaya mencerdaskan kehidupan bangsa adalah tanggungjawab kita bersama” pungkasnya.
Pada Acara Penutupan Hari Aksara Internasional ke 50 tingkat Provinsi Aceh ini juga diumumkan para pemenang berbagai jenis lomba dan tampil sebagai juara umum Kabupaten Aceh Utara dan kontingen terfavorit diraih oleh Kabupaten Aceh Timur.
Adapun pemenang pada aneka lomba yang digelar dalam rangka memperingati Hari Aksara Internasional (HAI) tingkat provinsi Aceh, meliputi, jenis lomba pengelola PKBM, Juara satu direbut Abdurrahman. I, S.Pd. berasal dari Kabupaten Aceh Utara, disusul ditempat kedua Darmizi, S.Ag. utusan Kota Banda Aceh, selanjutnya juara tiga Drs. Anwar Harun dari Kota Lhokseumawe. Sementara juara empat dan lima masing-masing Selvi Afriana, S.Pd. dari Aceh Tenggara dan Heri Suwandi dari Pidie.
Untuk jenis lomba Pamong Belajar, dimenangkan oleh Dra. Murni sebagai juara satu dari Banda Aceh, disusul juara dua oleh Yusmadi, S.Pd. dari Bireuen, dan juara tiga diraih oleh Salmawati, S.Pd. dari Simeulue, sementara juara empat dan lima masing-masing diraih oleh S. Alwi, S.Pd. dari Aceh utara dan Muhammad Riza Faisal dari Pidie.
Sementara untuk jenis lomba Penilik, juara satu direbut oleh Nurlaila dari Aceh Utara, disusul oleh Drs. Hasbi dari Banda Aceh sebagai juara dua dan Nurlaila, S.Pd. dari Pidie Jaya, sementara juara empat dan lima diperoleh oleh M. Yunus, S.Pd.I., dari Aceh Tamiang disusul oleh Surizal, A.Ma.,Pd., dari Nagan Raya.
Begitu juga dengan jenis lomba Tutor Keaksaraan juara satunya diraih oleh Akmarida, S.Si., dari Subulussalam, disusul oleh Ratna Dewi dari Aceh Timur dan juara tiga Eriadi, S.Pd., dari Langsa, sementara juara empat dan lima masing-masing diraih oleh Nivegebrina Utama dari Aceh Besar dan Munawarah Albahri dari Sabang.
Untuk diketahui, acara peringatan HAI ke 50 ini juga dimeriahkan oleh penampilan Stand Pameran utusan dari seluruh kabupaten/kota se Aceh yang memamerkan berbagai produk lembaga pendidikan luar sekolah. Terhadap Stand Pameran ini juga dilakukan penilaian oleh Dewanjuri yang hasilnya juga diumumkan pada acara penutupan HAI ke 50 tingkat Provinsi Aceh di Kota Subulussalam.
Adapun yang keluar sebagai juara pertama adalah Stand Pameran dari tuan rumah, Kota Subulussalam, disusul oleh Kota langsa sebagai juara dua. Juara tiga diraih oleh Aceh Tamiang, sementara juara empat dan lima, masing-masing Kabupaten Bener meriah dan Aceh Utara.
- See more at: http://disdik.acehprov.go.id/artikel/clone-aceh-utara-juara-umum-hai-ke-50-aceh#sthash.usmq0rIn.dpuf
Aceh Utara Juara Umum HAI ke 50 Aceh
Subulussalam; Hari Aksara Internasional ke 50 tingkat Provinsi Aceh yang diselenggarakan sejak tanggal 9 hingga 12 November 2015, telah ditutup secara resmi oleh Wakil Walikota Subulussalam Salmiza, Kamis 12 November 2015.
Pada kesempatan itu, Wakil Walikota Subulussalam menyampaikan bahwa perlu dilakukan gerakan percepatan pemberantasan buta aksara melalui program yang dapat diterapkan untuk upaya percepatan pemberantasan buta aksara di Aceh. "Kita perlu melakukan berbagai upaya untuk menumbuhkan budaya membaca dikalangan bangsa kita" ujarnya.
Salmiza menegaskan, mengingat pendidikan Aceh yang dalam kondisi memprihatinkan ini, perlu dipacu untuk melakukan pembinaan pendidikan sejak usia dini sehingga Aceh sebagai daerah istimewa di bidang pendidikan dapat terwujud dengan sempurna serta menjadi kebanggaan semua pihak di Aceh.
"Sebagai Wakil Wali Kota Subulussalam, saya menyambut baik kegiatan ini demi mendorong semangat para pengelola Lembaga Non Formal dan Informal untuk meningkatkan kreatifitas dan kapasitasnya,” tegas Salmiza.
Ia juga mengapresiasi terhadap para pemenang lomba dan mengingatkan agar yang belum memperoleh juara agar tidak berkecil hati tetapi haruslah dijadikan sebagai dorongan dan motivasi dalam meningkatkan kreatifitas dan kinerja di tahun-tahun berikutnya. Salmiza juga mengingatkan semua pihak bahwa perlu dilakukan dorongan perluasan pelayanan dan sekaligus meningkatkan mutu pendidikan non formal dan informal. “Upaya mencerdaskan kehidupan bangsa adalah tanggungjawab kita bersama” pungkasnya.
Pada Acara Penutupan Hari Aksara Internasional ke 50 tingkat Provinsi Aceh ini juga diumumkan para pemenang berbagai jenis lomba dan tampil sebagai juara umum Kabupaten Aceh Utara dan kontingen terfavorit diraih oleh Kabupaten Aceh Timur.
Adapun pemenang pada aneka lomba yang digelar dalam rangka memperingati Hari Aksara Internasional (HAI) tingkat provinsi Aceh, meliputi, jenis lomba pengelola PKBM, Juara satu direbut Abdurrahman. I, S.Pd. berasal dari Kabupaten Aceh Utara, disusul ditempat kedua Darmizi, S.Ag. utusan Kota Banda Aceh, selanjutnya juara tiga Drs. Anwar Harun dari Kota Lhokseumawe. Sementara juara empat dan lima masing-masing Selvi Afriana, S.Pd. dari Aceh Tenggara dan Heri Suwandi dari Pidie.
Untuk jenis lomba Pamong Belajar, dimenangkan oleh Dra. Murni sebagai juara satu dari Banda Aceh, disusul juara dua oleh Yusmadi, S.Pd. dari Bireuen, dan juara tiga diraih oleh Salmawati, S.Pd. dari Simeulue, sementara juara empat dan lima masing-masing diraih oleh S. Alwi, S.Pd. dari Aceh utara dan Muhammad Riza Faisal dari Pidie.
Sementara untuk jenis lomba Penilik, juara satu direbut oleh Nurlaila dari Aceh Utara, disusul oleh Drs. Hasbi dari Banda Aceh sebagai juara dua dan Nurlaila, S.Pd. dari Pidie Jaya, sementara juara empat dan lima diperoleh oleh M. Yunus, S.Pd.I., dari Aceh Tamiang disusul oleh Surizal, A.Ma.,Pd., dari Nagan Raya.
Begitu juga dengan jenis lomba Tutor Keaksaraan juara satunya diraih oleh Akmarida, S.Si., dari Subulussalam, disusul oleh Ratna Dewi dari Aceh Timur dan juara tiga Eriadi, S.Pd., dari Langsa, sementara juara empat dan lima masing-masing diraih oleh Nivegebrina Utama dari Aceh Besar dan Munawarah Albahri dari Sabang.
Untuk diketahui, acara peringatan HAI ke 50 ini juga dimeriahkan oleh penampilan Stand Pameran utusan dari seluruh kabupaten/kota se Aceh yang memamerkan berbagai produk lembaga pendidikan luar sekolah. Terhadap Stand Pameran ini juga dilakukan penilaian oleh Dewanjuri yang hasilnya juga diumumkan pada acara penutupan HAI ke 50 tingkat Provinsi Aceh di Kota Subulussalam.
Adapun yang keluar sebagai juara pertama adalah Stand Pameran dari tuan rumah, Kota Subulussalam, disusul oleh Kota langsa sebagai juara dua. Juara tiga diraih oleh Aceh Tamiang, sementara juara empat dan lima, masing-masing Kabupaten Bener meriah dan Aceh Utara.
- See more at: http://disdik.acehprov.go.id/artikel/clone-aceh-utara-juara-umum-hai-ke-50-aceh#sthash.usmq0rIn.dpuf
Read more Posted Under: ,
Subulussalam,


Sekda Aceh Darmawan (dipayungi), didampingi Kadisdik Aceh Drs. Hasanuddin Darjo, MM dan Wakil Walikota Subulussalam Salmaza Disambut Tarian Dampeng Pada Acara HAI Se Aceh di Subulussalam, pada pembukaan Peringatan HAI Ke 50 se Aceh di Subulussalam

(Tarmizi A.Gani).


– Peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) se–Aceh yang ke 50 dipusatkan di Subulussalam telah dibuka oleh Sekda Aceh Demawan, dalam satu upacara yang cukup meriah, Senin (9/11/2015) (hari ini – red).

Peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) ke-50 tingkat se-Aceh yang dipusatkan di kompleks pemerintahan, Lapangan Sadakata, Desa Lae Oram, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, acara ini ikut disertai sejumlah Pameran yang berlangsung dari 9-12 November (selama empat hari – red), kata Hasanuddin Darjo.

Hasanuddin Darjo menyatakan, puas atas pelaksanan upacara pembukan HAI ke 50 yang berjalan dengan tertip dan lancar, dihadiri ribuan orang termasuk semua kontigen dari seluruh Aceh.

Menyemarakkan kegiatan peringatan HAI se–Aceh, Dinas Pendidikan Aceh ikut menggelar sejumlah perlombaan di antaranya lomba kreativitas anak PAUD dan TK seperti lomba mewarnai, membaca surat pendek Quran, baca puisi dan kaligrafi serta peragaan busana. Sementara tingkat SMP akan ada lomba baca puisi, tari kreasi, pidato dan selawat badar serta as­maul husna, begitu juga tingkat SMA akan mengikuti lomba lukis, pidato dan juga salawat badar, jelas Hasanuddin Darjo.

Hasil sejumlah informasi, Seluruh Kabupaten/Kota berpeluang dan ingin membawa pulang juara umum setalah dinilai oleh panitia, dengan itu peringatan dan pameran HAI di Subulussalam cukup meriah, “rombongan Sekda Aceh juga disambut dengan tari Dampeng, Kuda Lumping dan tari Massal murid PAUD se – Kota Subulussalam”. (Tarmizi A. Gani)
Sumber; sidaknews.com
6
Read more Posted Under: ,
Banda Aceh: Pemerintah Aceh menurunkan Tim Safari Ramadhan 1436 Hijriyah ke Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dan Aceh Selatan, sejak 1-2 Juli 2015.
Safari Ramadhan yang digelar di pantai Barat-Selatan Aceh itu sekaligus mengakhiri agenda Safari Ramadhan yang digelar di 23 Kabupaten dan Kota di Aceh.
Koordinator Tim Safari Ramadhan pantai Barat-Selatan Aceh, Drs. Hasanuddin Darjo, MM, yang juga selaku Kepala Dinas Pendidikan Aceh, dalam hal ini diwakili Kepala UPTD Balai Tekkomdik Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Zulkarnaini, mengatakan, tim yang dibagi 3 kelompok ini berceramah agama seusai shalat tarawih.
Read more Posted Under: ,
Siswa SMK Aceh raih sejumlah juara pada LKS tingkat Nasional THUN 2015, .....
Berita selengkapnya pada e-paper Media Waspada..Hal19..klik disini


Read more Posted Under:
BANDA ACEH - Kendati telah meraih prestasi ditingkat provinsi Aceh, tiga jagoan jenjang pendidikan SMP, SMA dan SMK dari provinsi Aceh, dipastikan siap untuk berlaga dalam anugrah “Kita Harus Belajar” (Kihajar) 2014 yang berlangsung November mendatang di Jakarta.

Kepala Balai Tekkomdik Dinas Pendidikan Aceh, Zulkarnaini, yang juga ketua panitia anugrah Kihajar Aceh 2014 mengatakan, pihaknya akan mengirimkan perwakilan pelajar pada even bergenai tersebut.

Didampingi Kasi Pengembangan Aplikasi TIK Balai Tekkomdik Aceh, Zulkarnaini, mengatakan, menghadapi era globalisasi penggunaan teknologi informasi dan komunikasi menjadi sebuah kebutuhan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi kinerja.

“Salah satu tujuannya yaitu untuk mendorong dan meningkatkan minat dan kebiasaan belajar siiswa-siswi di sekolah,” ujarnya menjelaskan, hari ini.

Ia menyebutkan, tahun ini respon dari siswa-siswi jenjang SMP, SMA dan SMK, mengalami peningkatan yaitu mencapai 553 peserta. Para peserta itu juga menjadi nominasi Kuis Kiahajar online.


waspada online
Read more Posted Under: ,

Popular Post

Comments

Videos

Formulir Kontak

♖Your Name :
✎Your Email *required
✉Your Message *required