Pengembara yang masih tertatih berjalan di bawah bayang fatamorgana

Mantari Bungsu ©

About

Blog ini merupakan catatan pribadi dan kutipan serta tulisan dari berbagai sumber yang penulis rasa layak untuk di publish dan semoga dapat menjadi salah satu bahan referensi dan bacaan yang sifatnya untuk konsumsi personal dan atau lembaga.
Berbagai tulisan terkait pendidikan, agama dan budaya menjadi fokus kami dalam menyajikan tulisan dihadapan netizer.
Berbagai kritikan dan saran serta pandangan dan apresiasi kami harapkan dari netizer yang sempat singgah di blog ini.
Terimakasih.

Resume

Employment

Abdi Negara

Education

IKIP Padang

Portfolio

Catatan

                     
Siswa SMK Aceh sedang diberikan pembekalan
pada kegiatabn Magang di Bandung.

BANDA ACEH-Dinas Pendidikan Aceh, mengirimkan sebanyak 24 pelajar dari sejumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ke Bandung, untuk dimagangkan bidang keahlian Instalasi Jaringan, Sharing Data dan Instalasi OS, membuat database, pada badan usaha Teknologi Informasi Indonesia, DiAntara Intermedia, selama satu bulan.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh melalui Kepala Bidang Pembinaan SMK, Teuku Miftahuddin, menyampaikan bahwa pemagangan pelajar SMK tersebut diselenggarakan setelah sebelumnya pihak Dinas Pendidikan Aceh melakukan penjajakan  kompetensi program magang tersebut ke badan usaha Teknologi Informasi Indonesia, DiAntara Intermedia.

"Pemagangan di badan usaha teknologi informasi Indonesia, DiAntara Intermedia, karena perusahaan tersebut merupakan badan usaha yang bergerak bidang teknologi informasi, dimana juga memiliki spesialisasi di bidang pengembangan sistem informasi, sistem aplikasi, web hosting, jaringan data dan solusi IT di tanah air," ujar Teuku Miftahuddin, Minggu, (27/10/2017), di Banda Aceh.

Menurutnya, dewasa ini, perkembangan internet di Indonesia sangat pesat, dan DiAntara Intermedia hadir sebagai bentuk kesiapan menghadapi era globalisasi dan era internet ini.

"Dukungan support yang handal dan profesional, layanan dan fasilitas server prima, serta tim muda dan kreatif DiAntara Intermedia berkomitmen untuk memberikan solusi yang mudah, ringkas dan mutakhir dengan teknologi terkini untuk memenuhi kebutuhan IT di Indonesia, itu sebabnya kita melakukan kerjasama dengan perusahaan tersebut," tuturnya.

Dijelaskan dia, DiAntara Intermedia memiliki tim R&D IT yang menjamin pelanggan untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari produk dan jasa maupun produk yang DiAntara Intermedia kembangkan bersama dengan pelanggan.

"Dengan komitmen tim DiAntara Intermedia menciptakan inovasi-inovasi baru dan menerapkan teknologi terkini (state-of-the-art) dalam setiap produk atau jasa yang tersedia, diharapkan dapat diserap oleh siswa kita guna mencapai visi-misi Pemerintah Aceh mewujudkan Aceh Carong dapat terlaksana dengan sempurna," terangnya berharap.

Kepada siswa yang akan melaksanakan pemagangan pada badan usaha Teknologi Informasi Indonesia, DiAntara Intermedia, ia berpesan untuk benar-benar dan bersungguh-sungguh mengikuti proses pemagangan di lembaga tersebut.

"Ikuti segala aturan yang diberlakukan pihak badan usaha Teknologi Informasi Indonesia, DiAntara Intermedia, tunjukkan bahwa kita benar-benar mewujudkan perubahan ke arah yang lebih baik dalam membangun pendidikan Aceh," pesannya.
Sebelumnya, pelepasan siswa SMK untuk mengikuti magang ke badan usaha Teknologi Informasi Indonesia, DiAntara Intermedia, dipusatkan di SMK Negeri Al-Mubarkeya, Aceh Besar yang merupakan outlet dari sejumlah SMK yang siswanya mengikuti pemagangan ini.(*)
Read more Posted Under: ,

Banda Aceh (26/10/2017) - Menghadapi pelaksanaan UN 2018, pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Aceh telah melakukan berbagai persiapan, diantaranya menyelenggarakan Desiminasi Pasca UN Tahun Pelajaran 2016/2017 yang diselenggarakan di Grand Aceh Syari'ah Hotel, Banda Aceh dari tanggal 24 s.d 27 Oktober 2017.
Salah satu.materi yang disajikan adalah Strategi Peningkatan Hasil UN 2018 bagi siswa Aceh. Pemateri pada sesi ini menekankan bahwa dibutuhkan upaya untuk memotivasi siswa agar belajar dengan sungguh-sungguh dan penuh keyakinan. Faktor motivasi belajar siswa menjadi salah satu kunci suksesnya upaya peningkatan mutu UN 2018. Secara lengkap, materi ini dapat dilihat pada presentasi berikut;


pada kesempatan ini juga berkembang berbagai hal, termasuk penentuan target KKM masing-masing sekolah. Saat ini, rata-rata KKM masih pada kisaran angka 75 dan diharapkan untuk tahun pelajaran berikutnya KKM ini perlu ditingkatkan. Upaya peningkatan KKM ini tentunya telebih dahulu melakukan meningkatan berbagai kopomponen terkait dengan penentuan KKM di Sekolah. Untuk hal tersebut, maka dibutuhkan kepiawaian dalam penetapan KKM secara benar dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Rincian tentang KKM, akan diulas pada lamat tersendiri pada blog ini.

Read more Posted Under:


Kebun Kurma di Madinah bukan saja tempat orang menanam dan berjualan buah kurma, tetapi disana juga banyak dijual berbagai jajan untuk oleh-oleh dari tanah haram; misalnya minyak harum (parfum), berbagai macam tasbih, kalung, obat-obatan, pernik-pernik mainan kalung, cincin, dll.
harga yang ditawarkan kadang-kadang lebih murah dari harga di pasar. Semua pedagang berdagang layaknya seperti pedagang kaki lima di negari kita dan enaknya lagi yang jualan pun sebagiannya adalah orang kita dari indonesia, jadi kesulitan berbahasa bagi yang kurang mampu berbahasa Arab atau Inggris, agak sedikit teratasi.
Read more Posted Under: ,


Sewaktu memasuki Mesjid Nabawi pertama kali, saya sepertinya kampungan sekali, di dalam begitu luas dan setiap sisi terkesan sama modelnya, baik pintu masuk yang jumlahnya puluhan, tiang2, jalan/ lorong2 di dalamnya, tempat air zam2 untuk diminum yang berderet disetiap jalan dalam mesjid dan juga box tempat sandal, semuanya di buat seragam dan begitu mewah. Rak Al-Qur'an dan Al-Qur'annya pun seragam, baik ukuran maukun bentuk/ motif dan warnanya.
Saya letakkan sandal pada salah satu box yang ada, terus berjalan menuju saf yang lebih kedepan, mengikuti orang lain yang berjalan lebih duluan. lama juga berjalan ke depan, karena memang Mesjidnya cukup luas. Tiba-tiba ada tempat yang disekat dan disekitarnya jamaah berdesak-desakan, saat itulah saya coba ambil gambar ini. Saya ikut saja nimbrung bersama jamaah lainnya sambil berdesakan. Ada sekitar setengah jam kondisi berdesak-desakan ini berlangsung, yaitu sekitar pukul 10.30 sampai dengan pukul 11.30, persisnya saya nggak ingat lagi, karena saya ke mesjid memang agak pagian, dari hotel sekitar pukul 10.00. Hotel dengan mesjid hanya berjarak sekitar 80 meter.
Saat saya asyik nyepret ambil poto sana sini untuk mengurangi rasa kebingungan melihat jamaah bedesak-desakan, tiba-tiba jamaah yang di depan berlari kearah samping kiri, (waktu itu saya sudah agak dekat dengan mimbar Rasulullah), rupanya sekat dari kain tirai putih tadi telah tidak ada lagi. Saya juga ikutan berlari dengan jamaah yang lainnya, biar tidak terinjak atau tersenggol kuat oleh jamaah dari arah belakang dan samping kanan saya, eh ternyata saat saya duduk, sudah berada di karpet hijau keabu-abuan. Baru saya ingat kalau karpet hijau ini adalah lokasi Raudah. (Dalam mesjid, semua karpet berwarna merah, khusus di Raudah warna karpetnya hijau keabu-abuan)
Alhamdillah, pertama datang ke Mesjid Nabawi, dapat langsung duduk dan shalat di raudah. Aamiin.

Read more Posted Under:
Hira'

(Perjalanan menuju tanah suci)

Awal bulan Juni 2010, teman mengajak untuk berangkat ke tanah Suci mekkah. Pada bulan itu juga satu rombongan sahabat berangkat lebih awal, membuat keinginan untuk ikut semakin kuat.

Tanggal 11 Juli 2010, malam harinya saya mulai mengikuti Manasik Umrah, Tgk. menjelaskan perjalanan yang bakal dilalui, mulai dari mempersiapkan sarana ibadah dan pemondokan sampai dengan persiapan mental/ batin dalam menjalani Umrah nantinya.

Malam itu dijelaskan bahwa memulai ibadah Umrah itu terhitung saat memakai pakaian ihram di Bir Ali (Daerahnya dekat dengan Madinah, sekitar 1 jam dari madinah arah ke Mekkah). Dzul Halifah : Adalah miqatnya penduduk MADINAH dan orang-orang yang datang melewatinya, tempat itu sekarang dinamakan “Bir ‘Ali”, sekitar 450 KM dari Mekah al-Mukarramah.
Berihram adalah pekerjaan pertama dalam melaksanakan haji maupun umrah yaitu proses dalam memasuki ibadah haji maupun umrah. Waktu untuk melaksanakan umrah adalah kapan saja sepanjang tahun selain musim haji, adapun waktu untuk haji adalah dibulan-bulan haji, yaitu: Bulan Syawal, Dzul Qo’dah dan sepuluh hari diawal bulan Dzulhijjah.
Niat bagi yang ber-Umrah: “Labbaika Umrotan”(Aku penuhi panggilan Mu untuk umrah).

Travel yang akan membawa kami, pada hari kedua ( 12 Juli 2010) menyerahkan Tas/ Koper yang di dalamnya telah disediakan buku petunjuk Umrah, Pakaian Ihram, Ikat Pinggang Putih khusus untuk Umrah, pakaian saragam Travel, Tas untuk tempat sandal/sepatu dan tas untuk dokumen yang ukurannya lebih kecil, ideal untuk digantungkan di leher. Pada malam kedua ini, pembahasan dilanjutkan dengan penjelasan tentang Tawaf dan berbagai hal yang menyangkut dengan pelaksanaan tawaf ini. Materi yang kami pelajari antara lain:
THAWAF IFADHAH : Semua ulama menetapkan bahwa Thawaf Ifadhah adalah rukun haji tidak boleh di tinggalkan karena dapat membatalkan haji. Thawaf ini juga disebut Thawaf Ziarah atau Thawaf Rukun.
THAWAF QUDUM : Disebut juga Thawaf Dukhul yaitu thawaf pembukaan atau Thawaf selamat datang yang dilakukan pada waktu jama’ah baru tiba di Mekah. Rasul setiap kali masuk Masjidil Haram lebih dulu melakukan thawaf sebagai ganti shalat tahiyyatul masjid. Maka thawaf inipun disebut juga Thawaf Masjidil Haram.
THAWAF WADA’ : Dilakukan pada saat akan meninggalkan Mekah yang biasanya dilakukan untuk menghormati Baitullah karena akan berpisah. Hukum Thawaf Wada adalah wajib, sehingga kalau tidak dikerjakan wajib membayar dam (menyembelih kambing). Thawaf ini di sebut juga Thawaf Perpisahan. Thawaf wada’ merupakan penutup dari kewajiban – kewajiban haji yang seorang haji wajib melakukannya sebelum pergi menuju negerinya atau meninggalkan kota Mekkah

Pada Malam ke tiga (malam terakhir kami manasik) kami melakukan praktek bagaimana melaksanakan ibadah Umrah, terutama dalam hal melakukan tawaf. Pada malam ini juga dijelaskan tentang sai dan tahalul, materi yang kami dapatkan diantaranya:
Sa’i adalah suatu ibadah yang mengikuti tapak tilas isteri Nabi Ibrahim (Hajar) yang mencari air untuk minum putranya yang kehausan, dengan berlari-lari dari bukit Shafa kebukit Marwah sebanyak 7 kali putaran, dimulai dari Bukit Shafa dan diakhiri di Bukit Marwah pada hitungan ke-7 dari putaran Sa’i. Panjang jarak antara Shofa dan Marwah ± 405 meter x 7 Putaran, sehingga total putaran yang ditempuh 2.835 meter. Antara Bukit Shafa dan Marwah terdapat Pilar Hijau, yang panjangnya ± 25 meter, diantara kedua Pilar tersebut, disunatkan bagi Jamaah Pria untuk berlari-lari kecil, sedangkan bagi jamaah wanita berjalan biasa.
Fasilitas yang tersedia di tempat Sa’I adalah AC dan kipas angin, air minum zam-zam serta bagi orang yang tidak mampu berjalan ada jalur khusus untuk kursi roda yang berada ditengah.
Orang yang sedang Haid, Nifas dan tidak berwudhu dapat melakukan Sa’i kapan saja. Bukit ini sekarang termasuk bangunan Masjidil Haram, namun hukum kesuciannya tetap berlaku terpisah karena lokasinya diluar Masjidil Haram.
Menurut bahasa tahallul berarti ‘menjadi boleh’ atau ‘diperbolehkan’. Dengan demikian Tahallul ialah diperbolehkannya atau dibebaskannya seseorang dari larangan atau pantangan ketika masih dalam keadaan berihram. Pembebasan tersebut ditandai dengan tahallul yaitu dengan mencukur atau memotong rambut sedikitnya 3 helai rambut. Semua mazhab berpendapat bahwa tahallul merupakan wajib haji, hanya Syafi’iyah menganggapnya sebagai rukun haji, sebagaimana firman Allah SWT dalam Qur’an Surat Al Fath Ayat 27,

Artinya :

“Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada RasulNYA bahwa mimpi RasulNya itu akan menjadi kenyataan. Yaitu engkau beserta penduduk Mekkah lainnya akan memasuki kota Mekkah Insya Allah dengan aman, bebas dari rasa takut terhadap kaum musyrik dengan mencukur rata kepalamu, sedang yang lain mengguntingnya saja. Tuhan mengetahui apa yang tidak kamu ketahui. Di balik ‘yang tidak kamu ketahui itu’ Tuhan akan memberi kemenangan lebih dahulu kepadamu pada waktu dekat”.



MACAM-MACAM TAHALLUL
1. Tahallul Awal
Melepaskan diri dari keadaan ihram, setelah melakukan dua diantara tiga perbuatan alternatif sebagai berikut :
Melontar Jumrah Aqabah dan mencukur.
Melontar Jumrah Aqabah dan Tawaf Ifadah.
Tawaf Ifadhah, Sa’i dan mencukur.
2.Tahallul Sani/Kubra
Melepaskan diri dari keadaan Ihram setelah melakukan ketiga ibadah secara lengkap yaitu sebagai berikut :
Melontar Jumrah Aqabah
Bercukur
Tawaf Ifadhah dan Sa’i

Akhirnya pada tanggal 14 Juli 2010, kami bertolak menunju bandara untuk berangkat ke Jakarta dan di Jakarta kami menginap satu malam.

Pada tanggal 15 Juli 2010, kami berangkat menuju Jeddah (bandara King Abdul Aziz)
Read more Posted Under:
Tue, May 4th 2010, 09:13 (Serambi Indonesia)
Jenazah tak Bisa Dikubur
Droe keu Droe
Tindakan yang dilakukan aparat gampong Ie Masen, Kayee Adang, Syiah Kuala, Banda Aceh, dalam hal tidak mengurusi fardhu kifayah atas jenazah bernama (alm) Mutia Fani (9) tahun, dengan alasan orang tua almarhumah sudah 1 tahun tinggal di Gampong itu tak memiliki KTP, dan dengan alasan tidak berani mengangkangi Ketentuan Disnakerduk dan reusam gampong merupakan tindakan yang sewenang-wenang, sangat bertentangan dengan hukum Islam.

Photo Ilustrasi


Menurut ajaran Islam, jenazah siapa pun dia wajib dihormati, bahkan dalam sejarah islam, Nabi Muhammad Saw telah memberikan penghormatan kepada jenazahnya orang Yahudi.

Sikap dan tindakan Gechik dan aparat gampong, sungguh tidak dapat diterima. Korban perang, teroris saja mendapat perlakuan layak menurut ketentuan agama islam. Kepada Keluarga almarhumah, saya berpesan untuk tetap tabah dan sabar dalam menghadapi musibah ini, hanya kepada Allah kita berserah diri.

Anwar MD.,SH
Dosen Universitas Almuslim Advokat di Bireuen


Fenomena apa di negeri bersyari'at...........?
Read more Posted Under:
masa 4

Amak, itulah panggilan manis si bayi pada ibunya, panggilan yang cukup tradisional di desa Lasi Tuo, tepatnya kampuang Subarang Ateh. Pada usia sekitar 3-4 tahun, masih segar diingatan ini, Amak sakit keras, beliau sering mengigau ditengah sakit yng diderita. tubuh amak terlihat begitu kurus kerontang, sakit yang mendera Amak cukup serius dan beliau derita dalam waktu yang cukup lama, hanya saja aku belum mampu menghitung waktu, saat itu. Pada awalnya, amak berobat ala kampung, dengan dukun atau tabib tentunya, namun sakit Amak tidak kunjung sembuh, malah sakit Amak semakin parah.
Akhirnya, pada suatu hari Amak digotong dengan kursi, dipandu melintasi pesawahan menuju jalan besar yang bisa dilewati mobil. Akhirnya Amak dinaikkan ke modbill dan dibawa ke rumah sakit. Masa perawatan di rumah sakit sudah tidak mampu aku ingat lagi, aku tau berikutnya Amak telah bersama kami lagi dalam kondisi sehat.
Read more Posted Under:

Popular Post

Comments

Videos

Formulir Kontak

♖Your Name :
✎Your Email *required
✉Your Message *required